Karena Brand, Barang Remeh ini Dihargai Selangit

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 05 Maret 2019
Karena Brand, Barang Remeh ini Dihargai Selangit

Botol minum kolaborasi Virgil Abloh, Evian, dan SOMA. (foto: designboom.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI kalangan hypebeast, punya barang branded jadi suatu keharusan. Mulai dari pakaian hingga aksesori. Namun, enggak tertutup kemungkinan para hypebeast yang fanatik akan satu brand rela bayar mahal untuk barang-barang receh.

Enggak percaya? Berikut 6 barang branded yang remeh, tapi dihargai selangit.


1. Pensil warna Louis Vuitton seharga hampir Rp13 juta

pensil warma LV
Pensil warna 40 warna dari Louis Vitton. (foto: hypebeast.com)

Ada-ada saja, Louis Vuitton mengeluarkan koleksi pensil warna dengan 40 jenis warna yang berbeda. Tempat pensil ini terbuat dari kulit dengan motif autentik Louis Vuitton dan dibalut model roll-up, yaitu dengan sistem digulung.

Louis Vuitton Set Leather Coloring Pencil Roll dijual dengan harga US$900 atau seharga Rp12,7 juta.

2. Climbing carabiner keluaran Off-White

off-white climbing carabiner
Gantungan kunci carabiner Off-White seharga Rp3 juta. (foto: Hypebeast)

Mungkin jadi hypebeast tidak hanya berlaku saat hangout, tapi juga saat naik gunung Off-White merilis carabiner yang menjadi bagian dari koleksi spring/summer 2019 mereka dengan slogan 'For Climbing' dan tulisan Off-White kecil berwarna putih.

Off-White Climbing Keychain ini dijual seharga US$215 atau senilai Rp3 juta.


3. Botol minum kolaborasi antara Virgil Abloh, Evian, dan SOMA

botol minum virgil abloh
Botol hasil kolaborasi ini dijual seharga Rp700 ribu. (foto: urdesignmagz.com)

Berkolaborasi dengan Evian, perusahaan air mineral ternama, dan Soma, perusahaan filter air, Virgil Abloh, desainer dari brand Off-White, berhasil menciptakan botol minum limited edition dengan bahan silikon lembut dan bambu natural.

Evian by Virgil Abloh x SOMA Water Bottle rilis pada 10 Februari dengan harga US$51 atau Rp700 ribu.

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan