MerahPutih Nasional- Pesawat AirAsia QZ8501 type Airbus A320-200 yang berangkat dari Bandara Internasional Juanda Surabaya pukul 05.20 WIB itu seharusnya tiba di Bandara Internasional Changi, Singapura pukul 08.30 WIB, tapi hilang kontak pada pukul 06.17 WIB.
QZ8501 dikendalikan Kapten Iriyanto dan Remi Emmanuel Plesel seorang pilot berkenegaraan Prancis, ada juga empat awak kabin: Khairunisa Haidar Fauzi, Wanti Setawati, Oscar Desano, dan Wismayo Ari Prambudi.

Istri Kapten Iriyanto, Widiya Sukati Putri
Kapten Iriyanto sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghindari cuaca buruk yang diduga menyebabkan pesawat yang dikendalikannya jatuh di Laut Jawa pada Minggu, 28/12. Dirinya sempat meminta izin ATC untuk menghindari awan, berbelok dan naik ke ketinggian 38.000 kaki.
Cuaca buruk dalam penerbangan QZ8501 hari itu memang tidak dapat dikendalikan oleh manusia, sekali pun oleh Pilot handal seperti Kapten Iriyanto.
Kapten Iriyanto bukanlah Pilot kemarin sore, dirinya sudah banyak memiliki jam terbang. Bahkan bapak dua anak ini merupakan mantan Pilot pesawat Jet yang tangguh.

Kapten Iriyanto Bersama Putri sulungnya Angela Ranastianis
Meski memiliki jam terbang yang padat, Kapten Iriyanto dikenal sangat ramah dan aktif dalam lingkungan masyarakat. Ia selalu menyempatkan diri jika ada acara-acara masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
"Dia adalah orang yang baik. Itulah mengapa orang-orang di sini menunjuk dia sebagai kepala lingkungan kami selama dua tahun terakhir, "kata Bagianto Djoyonegoro, tetangga Kapten Iriyanto.
"Dia selalu membantu orang karena ia adalah orang yang sangat peduli. Jika ada kerabat sakit yang membutuhkan bantuan bahkan uang, paman saya akan berada di sana,” kata keponakan Kapten Iriyanto.

Ayah Kapten Iriyanto
Menurut mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Kapten Iriyanto merupakan salah satu lulusan terbaik di akademi militer Pilot sekolah Angkatan Udara Adi Sucipto pada 1983.
Kapten Iriyanto dikenal sebagai salah satu pemimpin penerbangan pesawat jet tempur F-5 Tiger di tahun 1980-an, ia memiliki lebih dari 20.000 jam terbang.