MerahPutih.com - Sutradara Kamila Andini menyoroti kekuatan kolektif atau collective power perempuan melalui film terbarunya, Empat Musim Pertiwi. Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air pada 8 Oktober 2026.
Kamila mengatakan, Empat Musim Pertiwi tidak hanya bercerita tentang perjalanan seorang perempuan dalam menghadapi berbagai persoalan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat menemukan kembali kekuatannya sekaligus memberikan kekuatan kepada orang lain.
"Di sini saya ingin memperlihatkan tentang seorang perempuan yang bertahan, mengalami perjalanan untuk mencari dirinya lagi. Tapi di luar itu bagaimana dia juga mendapatkan kekuatan dan memberikan kekuatan pada orang lain," kata Kamila saat ditemui Merahputih.com di XXI PIM 3, Minggu (27/9).
Baca juga:
Putri Marino hingga Christine Hakim Bintangi 'Empat Musim Pertiwi', Film Baru Garapan Kamila Andini
Kisah Pertiwi yang Harus Menghadapi Tragedi
Berdasarkan sinopsis film, Empat Musim Pertiwi mengikuti perjalanan seorang perempuan muda bernama Pertiwi. Ia merupakan anak seorang petani yang tinggal di sebuah desa.
Dalam kehidupannya, Pertiwi mengalami nasib buruk akibat sistem sosial masyarakat di tempat ia tinggal.
Sebuah tragedi yang terjadi ketika Pertiwi masih muda kemudian menjadi titik awal perubahan dalam perjalanan hidupnya. Peristiwa tersebut bahkan mengantarkannya ke penjara saat usianya masih sangat belia.
Pertiwi kemudian menghabiskan waktu selama dua puluh tahun di penjara. Setelah itu, ia kembali ke kampung halaman dan menemukan sesuatu yang selama ini telah hilang dalam hidupnya.
Kekuatan Perempuan yang Saling Melengkapi
Dalam perjalanan cerita Empat Musim Pertiwi, penonton akan melihat bagaimana perempuan-perempuan yang hadir di dalamnya memiliki ketahanan dan saling melengkapi.
Hal tersebut menjadi salah satu bentuk collective power yang dimaksud Kamila Andini.
"Perempuan dengan kerja-kerja perawatan, kerja-kerja kasih dan cinta," katanya.
Melalui hubungan antarkarakter perempuan tersebut, film ini memperlihatkan bagaimana kekuatan tidak hanya hadir dari perjuangan individu, tetapi juga dapat tumbuh melalui hubungan dan dukungan satu sama lain.
Baca juga:
Dari Toronto dan Busan, 'Empat Musim Pertiwi' Kini Melaju ke Tokyo International Film Festival
Tayang Perdana di Toronto International Film Festival
Sebelum dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia, Empat Musim Pertiwi telah tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 di Kanada.
Film karya Kamila Andini tersebut diputar dalam program khusus bertajuk Centrepiece yang berlangsung pada pertengahan September. (Tka)