MerahPutih.com - Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic merasa lucu dan aneh dengan jalannya pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Dalam laga pekan 23 Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Selasa (24/2) malam WIB, Semen Padang kalah besar 0-4.
Ia merasa lucu dan aneh dengan penalti yang diberikan kepada tim tuan rumah, termasuk kartu merah ke Semen Padang. Apalagi VAR pada pertandingan tidak bisa berjalan.
"Pertandingan berjalan “cukup lucu” dihadiahi penalti bagi tuan rumah, serta kartu merah yang tak perlu dari wasit untuk pemain kami," katanya dalam konferensi pers.
"Ya kami kalah hari ini, tapi saya bisa lihat pertandingan cukup lucu, dua penalti langsung kartu merah, VAR tidak jalan. Saya tidak tahu apa yang terjadi,” kata dia.
Baca juga:
Semen Padang kalah masing-masing lewat gol Moussa Sidibe (27’pen, 53’), Ryo Matsumura (50’pen) dan Bernard Doumbia (74’). Semen Padang harus bermain 10 pemain sejak menit 35 setelah Boubakary Diarra dikartu merah.
Namun begitu, Dejan Antonic tetap menyampaikan apresiasi kepada Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kemenangan di kandangnya dan kekalahan ini menjadi pelajaran penting, terutama saat timnya harus bermain di kandang lawan.
“Sekali lagi selamat untuk Bhayangkara. Tapi ini jadi pelajaran bagi kami untuk ke depannya," kata dia dikutip dari Antara.
Kekalahan ini membuat Semen Padang masih terperangkap di zona degradasi. Mereka tetap dengan 16 poin dari 17 pertandingan. Sedangkan kemenangan membuat Bhayangkara FC mengoleksi 35 poin di tangga kelima.