KAI Buka Suara Terkait Kasus Terjatuhnya Penumpang KA Mutiara Selatan

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 03 Januari 2023
KAI Buka Suara Terkait Kasus Terjatuhnya Penumpang KA Mutiara Selatan

KA Mutiara Selatan. Foto: Ariq Haidar

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) buka suara terkait kasus jatuhnya salah seorang penumpang KA Mutiara Selatan saat sedang melaju di sekitar perlintasan kereta di Palur, Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta Franoto Wibowo memastikan tidak ada unsur kelalaian petugas yang mengakibatkan hilangnya nyawa salah satu penumpang itu.

Baca Juga

Kemenhub Gelontorkan Rp 2,67 Triliun untuk Subsidi Kereta Api

"Dari segi safety atau keselamatan, bahwa dalam kereta itu ketika perjalanan pintu kami pastikan tertutup dan terkunci," ujarnya di Solo, Selasa (3/1).

Kata dia, di dekat toilet dan pintu keluar dilengkapi dengan lampu penerangan yang baik meski kondisi malam hari maupun saat kereta melintasi terowongan.

"Kami dari KAI meyakinkan bahwa dari sisi safety sudah dilaksanakan dengan baik. Petugas KA pasti setiap kereta sedang berjalan atau akan berhenti pasti ada pengumuman bahwa pintu boleh dibuka jika KA benar-benar berhenti," sambung Franoto.

Untuk memastikan para penumpang memahaminya, lanjut Franoto, pengumuman tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia, tetapi juga bahasa Inggris mengingat cukup banyak penumpang kereta dari luar negeri.

Mengenai kejadian tersebut, ia memastikan baru pertama kali terjadi dan koordinasi dengan pihak kepolisian sudah dilakukan sejak awal kejadian tersebut.

"Tentu saat kejadian kami laporkan ke kepolisian dan kepolisian menindaklanjuti. Kami kerja sesuai SOP, SOP sudah berjalan dengan baik, termasuk ketika KA akan berangkat pintu ditutup dan dikunci dari dalam," ujarnya.

Baca Juga

Tiket Kereta Api Jelang Tahun Baru Masih Tersedia

Ditanya soal mengenai kelalaian penumpang, ia enggan menduga-duga.

Sebelumnya, warga Mojokerto bernama Afid Nurdiansah harus meregang nyawa akibat terjatuh dari KA Mutiara Selatan yang sedang melaju. Tubuh pemuda tersebut jatuh karena diduga salah membuka pintu kereta.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho mengatakan, kejadian bermula saat korban yang menaiki KA Mutiara Selatan jurusan Bandung-Surabaya bersama ibunya dari Stasiun Tugu Yogyakarta, Minggu (1/1) sekitar pukul 04.11 WIB.

Di tengah perjalanan, korban pamit pada ibunya untuk ke toilet. Setelah beberapa lama, korban diketahui tidak kembali ke tempat duduknya dan sang ibu mencari keberadaan anaknya di toilet, namun tidak ditemukan.

"Ibunya lalu menanyakan keberadaan korban ke pramugari KA. Dari situlah ibu korban mendapatkan kabar dari petugas kalau anaknya jatuh di Dukuh Palur Kulon, Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo," katanya.

Ia mengatakan korban diduga salah membuka pintu setelah keluar dari toilet.

"Kemungkinan korban mengira membuka pintu gerbong, namun ternyata pintu keluar," pungkasnya. (*)

Baca Juga

1 Juta Orang Gunakan Kereta Api selama Libur Natal dan Tahun Baru

#PT KAI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Peristiwa itu terjadi pada Minggu siang di perlintasan sebidang liar KM 67+400–500, antara Stasiun Karawang dan Stasiun Klari.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Indonesia
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Sebanyak tujuh trainset KRL kembali beroperasi di Bogor. Kini, kapasitas layanannya sudah bertambah.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Indonesia
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Terkait kebutuhan pendanaan rencana impor KRL bekas dari Jepang tersebut, Dony belum dapat memastikan terkait keterlibatan Danantara,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Indonesia
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Perusahaan kini memusatkan perhatian pada 190 titik lainnya yang dinilai membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Indonesia
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang dan per 23 Juli 2026 seluruh target tersebut telah terealisasi.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
Indonesia
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu Dilebur Jadi KA Muria
Perubahan tersebut merupakan penyederhanaan identitas layanan untuk menghadirkan nama yang lebih ringkas, konsisten, dan mudah dikenali pelanggan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu  Dilebur Jadi KA Muria
Indonesia
Ulang Tahun, PT KAI Berikan Diskon 81 Persen
Tiket dengan tarif diskon juga tidak dapat digabungkan dengan reduksi atau promo lain, tetapi tetap bisa dibatalkan atau dijadwalkan ulang sesuai ketentuan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ulang Tahun, PT KAI Berikan Diskon 81 Persen
Indonesia
Penumpang Terus Membludak, Armada KRL Didesak Terus Ditambah
Rata-rata pengguna KRL Jabodetabek saat ini mencapai 1,1 juta penumpang per hari, bahkan dapat mencapai 1,3 juta penumpang pada kondisi tertentu.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Penumpang Terus Membludak, Armada KRL Didesak Terus Ditambah
Indonesia
KRL Rangkasbitung Bakal Datang Tiap 4-5 Menit, Mulai Diterapkan 2027
KRL Rangkasbitung bakal berhenti tiap empat hingga lima menit sekali. Hal itu bakal diterapkan mulai 2027.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
KRL Rangkasbitung Bakal Datang Tiap 4-5 Menit, Mulai Diterapkan 2027
Bagikan