Kadinkes DKI Sebut 274 RW di Jakarta Berstatus Siaga TBC
Ilustrasi - Hasil rontgen penderita tuberkulosis (TBC). (Foto: Pexels/Anna Shvets)
MerahPutih.com - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mempunyai ratusan Rukun Warga (RW) yang masuk status siaga Tuberkulosis (TBC).
"Kami sudah memiliki 274 RW yang statusnya adalah sudah siaga TBC," kata Ani di Jakarta, Rabu (14/5).
Ani mengatakan, pengendalian TBC kini semakin berbasis komunitas, dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader warga, serta tim Pasukan Putih.
"Jadi Jakarta memang kasus TBC-nya sangat tinggi dan dengan arahan dari Kementerian Kesehatan kita sudah mendorong pengendalian TBC itu sekarang semakin berbasis komunitas," paparnya.
Baca juga:
Puncak Kasus DBD Terjadi April, Dinkes DKI Siapkan Strategi ini
Nantinya, Pasukan Putih akan bekerja sama dengan ibu-ibu yang fungsinya sebagai kader TBC untuk terus melakukan penemuan kasus.
Setelah temuan kasus, kata Ani, petugas akan mengajak masyarakat yang melakukan kontak erat dengan penderita untuk menjalani pemeriksaan. Pasukan Putih juga ditugaskan untuk mendampingi pasien agar menyelesaikan pengobatan selama enam bulan, yang menjadi tantangan besar dalam pengendalian TBC.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit mematikan dengan tingkat kematian tertinggi di dunia, bahkan melebihi COVID-19. Ia mengungkapkan bahwa dalam 100 tahun terakhir, sekitar satu miliar orang meninggal akibat TBC.
"Sekarang TBC di dunia, satu tahun satu juta yang meninggal. Di Indonesia, setiap tahun lebih dari 100 ribu meninggal. Itu artinya lima menit, dua orang wafat karena TBC," ujar Budi.
Baca juga:
Prabowo Setuju Indonesia Jadi Tempat Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates
Ia juga menjelaskan bahwa Indonesia diperkirakan memiliki satu juta kasus TBC pada 2022, namun hanya 400 ribu yang terdeteksi. Sisanya, sekitar 600 ribu penderita tidak diketahui keberadaannya dan berpotensi menularkan secara diam-diam.
"Kalau pasukan putih bisa melakukan screening, itu luar biasa. Tapi memang agak susah, mesti pakai dahak. Kalau dia batuk-batuk lama enggak sembuh, itu harus dicek ke puskesmas," ujarnya.
Budi menekankan pentingnya pasien menyelesaikan pengobatan sampai tuntas. Obat TBC yang tersedia saat ini efektif, namun harus diminum 4 sampai 6 pil setiap hari selama enam bulan. Jika pasien berhenti sebelum waktu yang ditentukan, penyakitnya bisa menjadi resisten dan semakin sulit disembuhkan.
"Jadi tugas sejati pasukan putih: pertama, temukan TBC. Kedua, pastikan pasien minum obat sampai selesai," tuturnya.
Baca juga:
Pramono Lucurkan 3 Program Kesehatan: Pasukan Putih hingga Ambulans Motor
Pasukan Putih merupakan program yang diluncurkan oleh Pemprov DKI Jakarta oleh Gubernur Pramono Anung. Ini adalah langkah nyata mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat, termasuk untuk menekan angka jumlah penderita dengan deteksi dini dan edukasi penyakit menular seperti TBC.
"Tentunya semua penyakit, termasuk TBC, sedang kita tangani. Dan pasukan putih ini sepenuhnya bekerja untuk memberikan support kesehatan di Jakarta," ujarnya.
Peluncuran Pasukan Putih ini dilakukan bersamaan dengan peluncuran dua program layanan kesehatan lainnya: JakCare (konseling kesehatan jiwa 24 jam) dan JakAmbulans (86 armada ambulans dan 17 motor ambulans). (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Melihat Banjir Setinggi 50 Sentimeter Rendam Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat
Pengendara Tewas Terjebak Macet di Jakbar, DPRD DKI Kritik Penanganan Banjir oleh Gubernur Pramono
Banjir Rendam Sejumlah Ruas Wilayah, Polri Siagakan 128.247 Personel secara Nasional
Banjir Menggenang di Sejumlah Ruas Jalan Jakarta, Semua Anggota Polisi Siaga untuk Lakukan Evakuasi
Jumat (23/1) Pagi, 125 RT di Jakarta Terendam Banjir
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan hingga Sabtu, Gubernur Pramono: Pasti Ada yang Buka karena Asosiasi tak Bisa Melarang
Hujan Deras Hari ini Sebabkan Banjir di Jakarta, 15 RT dan 20 Ruas Jalanan Tergenang
Hujan Deras, Layanan Bus Transjakarta Alami Keterlambatan
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan