MerahPutih.com - Jurgen Klopp melontarkan sindiran kepada Arsenal setelah Jerman tersingkir secara memalukan dari Piala Dunia 2026.
Mantan pelatih Liverpool itu menyaksikan negaranya tersingkir dari turnamen tersebut melalui adu penalti untuk pertama kalinya, saat menghadapi tim yang tidak diunggulkan, Paraguay.
Namun, kerugian sudah terjadi lebih awal dalam pertandingan tersebut ketika sundulan Jonathan Tah, yang tampak sah, dibatalkan setelah VAR memutuskan bahwa Waldemar Anton telah melanggar kiper Orlando Gill.
Baca juga:
Viral! Suporter Jepang 'Ngamuk' usai Brasil Menang Dramatis di Piala Dunia 2026
Drama Var Bikin Laga Jerman vs Paraguay Ternodai
Alan Shearer pun mengecam keras keputusan itu dengan menyebutnya "menyedihkan." Namun, Klopp justru memanfaatkan momen tersebut untuk menyoroti taktik bola mati milik Arsenal.
Jerman sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Julio Enciso, lewat sundulan yang membawa timnya unggul pada menit ke-42.
Kemudian, Jerman tampil lebih baik di babak kedua dan berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan Kai Havertz, yang menyambut umpan silang dari gelandang serang Liverpool, Florian Wirtz.
Sedangkan pada menit ke-102, Tah mengira dia telah memenangkan pertandingan lewat sundulan kerasnya. Wasit akhirnya membatalkan gol tersebut.
Hal itu membuat pelatih timnas Jerman, Julian Nagelsmann, marah dan akhirnya mendapat kartu kuning di pinggir lapangan.
Baca juga:
Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann: Kami Bukan Tim Elite Lagi
Jurgen Klopp Sindir Arsenal usai Gol Jerman Dianulir VAR
Masuk ke babak adu penalti, Havertz gagal mengeksekusi penalti pertama, sebelum Jose Canales mencetak gol terakhir untuk memenangkan pertandingan dengan skor 3-4.
Namun, Klopp menggunakan kesempatan siaran televisinya untuk mengkritik mantan rivalnya di Premier League atas taktik bola matinya, yang dianggap membantu mereka meraih gelar juara.
Jika gol itu dianggap tidak sah, maka Arsenal tidak akan menjadi juara Liga Inggris. Mereka mencetak 60 persen gol dengan cara seperti itu.
ujar Klopp kepada Magenta TV
"Kita memenangkan pertandingan saat bola masuk ke gawang. Jadi, tentu saja, ini terasa sangat kejam. Ada hal-hal yang lebih buruk daripada kekalahan dalam olahraga. Namun, hanya ada satu tujuan, satu impian, dan itu telah hancur. Sungguh dramatis."
Posisi Julian Nagelsmann pun kini tampak di ujung tanduk, tetapi Havertz cukup berani untuk turut memikul tanggung jawab atas kegagalan ini.
Baca juga:
Hasil Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Timnas Belanda Disingkirkan Maroko Via Babak Penalti
"Tidak banyak yang bisa saya katakan. Ini adalah Piala Dunia kedua saya dan kami gagal melaju ke babak berikutnya dua kali berturut-turut. Saya ingin meminta maaf atas hal itu. Kami semua sangat kecewa." kata Havertz
"Kami memiliki banyak rencana untuk Piala Dunia tahun ini. Rasanya tidak menyenangkan harus kembali mengecewakan banyak pihak. Tim sudah berusaha keras." (sof)