PENDERITA kanker di Indonesia mencapai 348 ribu per tahun. Ketua Komite Pengendalian Kanker Nasional, Soehartati Gondhowiardjo, MD, PhD mengungkapkan jika penggunaan BPJS terbanyak kedua di Indonesia ialah untuk pasien kanker.
Lebih baik mencegah daripada mengobati. Agaknya ungkapan tersebut tak dihiraukan masyarakat Indonesia. Kesadaran masyarakat akan penyakit kanker masih sangat rendah.
"Selama ini masyarakat Indonesia hanya fokus pada pengendalian daripada pencegahan," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, Muhammad Subuh.
Padahal, cara terbaik untuk mengatasi penyebaran penyakit mematikan tersebut ialah melakukan pencegahan.
Ada tiga prinsip yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker di Indonesia.
1. Deteksi
Deteksi gejala penyakit kanker dapat dilakukan sendiri di rumah. Untuk mendeteksi kanker payudara, perempuan bisa melakukan Sadari atau Periksa Payudara Sendiri.
"Ukuran payudara perempuan Indonesia tak sebesar perempuan Eropa. Itu memudahkan kita untuk mendeteksi benjolan sekecil apa pun," ucap Soehartati Gondhowiardjo atau yang kerap disapa dokter Tati.
Sementara itu, untuk mendeteksi kanker mata dapat dilihat dengan mengarahkan cahaya ke mata.
"Apabila mata anak-anak cat eyes atau terlihat menyala saat terkena cahaya, bisa diperiksa lebih lanjut agar mengetahui apakah anak menderita kanker mata atau tidak," tutur Tati.
2. Diagnosis
Diagnosis merupakan kelanjutan dari deteksi. Apabila deteksi dilakukan sejak dini, maka akan lebih mudah untuk menentukan langkah-langkah diagnosis yang ada.
"Permasalahan kanker di Indonesia adalah masyarakat terlambat mendiagnosis. Seharusnya bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang sudah disediakan di rumah sakit," ungkap Subuh.
3. Pencegahan
Untuk mencegah, ada empat faktor yang harus diperhatikan. Faktor pertama yakni pengetahuan.
"Jika masyarakat minim pengetahuan dan tidak mengerti dengan baik, penyakit akan lebih sulit untuk ditangani," ujar Subuh.
Faktor kedua ialah perubahan perilaku. Dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, masyarakat telah berpartisipasi untuk meminimalisasi potensi penyakit kanker.
Selanjutnya ialah awareness. Kepedulian bukan hanya berasal dari individu tetapi berbagai lapisan seperti masyarakat, pemerintah, dan organisasi nonpemerintah.(Avi)