MerahPutih.com- Pemerintah memberlakukan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali. Dengan demikian pembukaan Bali untuk turis asing pada bulan ini pun dibatalkan.
"Enggak mungkin dibuka lagi dengan ada delta ini. Jadi kita tak berpikir ke situ lagi sekarang. Kita sekarang berpikir bagaimana menurunkan, dengan menyuntik, sebanyak mungkin protokol kesehatan, itu yang sekarang sedang kita lakukan," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers virtual, Kamis (1/7).
Menurutnya, pemerintah bakal difokuskan untuk menurunkan lonjakan kasus COVID-19 melalui PPKM darurat.
"Kita tahu kasus konfirmasi mengalami peningkatan tertinggi selama 1 minggu terakhir ini, dengan terakhir sekitar 21.800 kasus baru kemarin dan 467 orang jumlah yang meninggal. Ini tertinggi selama 1,5 tahun COVID-19 ini," katanya.
Karena itu ia diperintahkan Presiden Jokowi untuk menyiapkan rencana penanganan COVID-19 di Jawa-Bali, yang mengalami peningkatan kasus sangat signifikan.
"Kalau kita lihat, keterisian tempat tidur tidur saat ini melebihi puncak keterisian pasca-Natal dan Tahun Baru. Saat Natal dan Tahun Baru keterisian mencapai 52 ribu tempat tidur tapi sekarang mencapai 72 ribu atau naik 230 persen. Jadi memang angka ini eksponansial (pesat) naiknya," ujar Menko Luhut.
Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali itu pun kemudian menyusun sejumlah aturan untuk bisa menekan penularan COVID-19 dengan target penurunan kasus konfirmasi kurang dari 10.000 kasus per hari.
Luhut menegaskan, gubernur, bupati, dan wali kota yang tak menerapkan ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali di wilayah mereka bakal dikenai sanksi.
Sanksinya mulai dari teguran tertulis, hingga pemberhentian sementara sesuai dengan bunyi Pasal 68 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
Sebelumnya pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara akan dilakukan pada Juli 2021. Bahkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mecanankan wisata.
Yakni pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara dalam bingkai vaksinasi gotong royong atau mandiri yang tidak akan mengambil porsi vaksin yang diberikan gratis bagi masyarakat Indonesia. (Knu)

