Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Jennifer Lawrence Dobrak Tradisi Oscar

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 04 Maret 2018
Jennifer Lawrence Dobrak Tradisi Oscar

Jennifer Lawrence. (foto: Twitter @JLdaily)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TAHUN ini ajang Oscar memasuki 90 kali gelaran. Akan ada hal berbeda di penyelenggaraan kali ini.

Merebaknya gerakan massif #MeToo belakangan ternyata menjadi perhatian pihak Academy. Gerakan yang menyerukan penghentian kekerasan seksual terhadap perempuan itu membuat pihak Academy mengubah tradisi yang sudah berjalan sejak awal Oscar.

Jika biasanya kategori best actress dibawakan dua aktor, di Oscar kali ini, empat aktris perempuan yang akan membawakan kategori best actress dan best actor.

Variety mengabarkan, Jennifer Lawrence dan Jodie Foster akan menyerahkan piala untuk best actress, sedangkan Jane Fonda akan naik panggung bersama Helen Mirren untuk mengumumkan best actor.

Pergantian tradisi itu juga terkait dengan kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa Casey Affleck. Sebagai pemenang lead actor award pada 2017 untuk perannya di Manchester by the Sea, Affleck seharusnya jadi presenter untuk menyerahkan kategori best actress. Namun, ia mundur Januari lalu karena dua tuntutan pelecehan seksual yang ditujukan kepadanya telah ditetapkan. Pelecehan seksual itu terjadi dalam set film I'm not Here (2010).

Penghargaan Academy Awards akan digelar Minggu (4/3) malam waktu AS.(dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan