MerahPutih.com - Pelatih kepala Timnas Thailand Anthony Hudson secara mengejutkan mengaku tidak menjadikan ketajaman individu penyerang muda Mitchell Baker sebagai ancaman paling menakutkan jelang bentrok panas melawan Timnas Indonesia pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026.
Mitchell Baker baru saja mengguncang panggung sepak bola Asia Tenggara usai memborong lima gol dalam kemenangan fantastis Indonesia 9-2 atas Bangladesh di laga pamungkas grup.
Namun, pelatih Thailand itu menolak menerapkan strategi pengawalan khusus terhadap satu pun bintang Timnas Indonesia.
Saya tidak fokus pada satu pemain Indonesia tertentu,
Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, saat jumpa pers jelang laga final, Minggu (4/10).
Baca juga:
Psyawar Anthony Hudson ke Timnas Indonesia Jelang Final, Adu Fisik Pilar Utama Menang Thailand
Bahaya Terbesar Skuad Garuda di Mata Anthony Hudson
Sebaliknya, Hudson menegaskan fokus utama pertahanan timnya meredam kombinasi keunggulan fisik serta kolektivitas permainan skuad Garuda secara keseluruhan.
Sorotan utama pelatih berusia 45 tahun itu justru tertuju pada kejelian PSSI meracik komposisi pemain keturunan yang dinilainya memberi dampak perubahan fisik signifikan pada gaya bertanding Timnas Indonesia.
"Indonesia adalah tim yang bagus, dengan skuad yang mencakup banyak pemain naturalisasi yang tinggi dan kuat secara fisik," imbuh Hudson.
Perpaduan antara postur tubuh menjulang, ketahanan fisik prima, serta kecepatan transisi bermain dinilai menjadi modal utama yang membuat Indonesia begitu dominan sepanjang fase grup. Ancaman kolektif itu dinilai Hudson lebih berbahaya ketimbang sekadar aksi individu para penyerang lawan.
Mereka memiliki kekuatan fisik, kelincahan, dan semangat juang; kekuatan Indonesia adalah kerja sama tim dan semangat juang yang tinggi, dikombinasikan dengan fondasi fisik yang baik,
Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson
Baca juga:
Pramono Anung Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Thailand di Final ASEAN Cup 2026. Siapa yang Menang?
Siasat Cerdik Rotasi Pemain Demi Fisik 100%
Thailand datang melakoni laga final di Jakarta dengan modal kebugaran fisik yang sangat ideal berkat keputusan berani Hudson melakukan rotasi besar-besaran di laga pamungkas grup.
Keputusan merombak sembilan pilar utama memang berujung kekalahan kejutan 1-2 dari Filipina, namun hasil itu tidak menggoyahkan posisi Thailand sebagai juara Grup B.
Strategi menyimpan tenaga para pilar utama tersebut sengaja diambil agar Thailand mampu meladeni permainan intensitas tinggi yang dipagari kekuatan fisik para pemain Indonesia.
"Tujuan utama Thailand adalah memenangkan turnamen ini," tandas pelatih Thailand asal Inggris itu. (*)