SEBUAH jejak kaki dinosaurus yang ditemukan di Inggris menyingkap tabir masa pertengahan periode Jurassic. Hal itu diungkapkan dalam sebuah studi yang diterbitkan di Scottish Journal of Geology, Senin (2/4).
Studi yang dilaksanakan peneliti dari University of Edinburgh dan Chinese Academy of Sciences berhasil menggali 50 jejak dinosaurus yang diduga berasal dari 170 juta tahun lalu. Jejak-jejak tersebut ditemukan di Kepulaian Skye, barat daya Skotlandia.
Jejak kaki yang ditemukan di laguna di Brother's Point itu diduga milik dua jenis dinosaurus berbeda. Satunya ialah sauropoda berleher panjang, sedangkan lainnya ialah therapoda bergigi tajam yang bisa dikatakan masih berkerabat dengan T-Rex. Penemuan itu amat membantu peneliti untuk bisa menggambarkan dengan lebih akurat bagaimana berbagai jenis dinosaurus hidup berdampingan pada masa itu.
Kepada CNN, penulis studi tersebut, Steve Brusatte, menjelaskan bahwa jejak kaki dinosaurus itu pertama kali ditemukan seorang siswa dalam sebuah perjalanan ke Kepualauan Skye di 2016.
"Kami memang pergi ke sana secara teratur untuk mencari jejak dinosaurus dan petunjuk. Jejak ini kami temukan saat perairan tengah surut," ujarnya.
Dengan menggunakan drone, para peneliti berhasil memetakan situs tersebut dan mengindentifikasi 50 jejak dalam dua garis jalur.
Satu jejak kaki berukuran sebesar ban mobil. Itu merupakan jejak suropoda yang diyakini memiliki berat lebih dari 10 ton dengan panjang 15 meter.
Sementara itu, jejak lainnya dipercaya milik therapoda. Makhluk prasejarah pemakan daging itu, menurut Brusatte, mungkin berkeliaran di sekitar laguna saat sedang tak berburu.
Meski sudah mengidentifikasi pemilik jejak yang ditemukan, Brusatte menyatakan masih dibutuhkan beberpa kali perjalanan ke Skye untuk memahami perilaku dinosaurus di masa tengah periode Jurassic.
"Setiap fosil baru yang ditemukan memberi petunjuk mengenai sejarah masa lampau. Dibutuhkan lebih banyak fosil sebelum temuan baru didapatkan," jelasnya.(dwi)