Bangkai Lion Air JT 610 di Kedalaman 30-an Meter

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 29 Oktober 2018
Bangkai Lion Air JT 610 di Kedalaman 30-an Meter

Kepala Badan SAR Nasional Muhammad Syaugi. (basarnas.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pesawat Lion Air JT610 yang hilang kontak diketahui jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Jawa Barat dari ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut. Pesawat dipastikan hilang kontak tepat pukul 06.50 WIB

"Berdasarkan keterangan ATC, pesawat (lion Air JT610) saat jatuh belum terbang terlalu tinggi, ketinggian baru kira-kira 2.500-an," kata Kepala Badan SAR Nasional Muhammad Syaugi, saat jumpa pers di kantor Basarnas Jakarta, Senin (29/10).

Syaugi menjelaskan puing-puing pesawat telah ditemukan di kawasan Tanjung Kerawang. Bangkai pesawat mudah ditemukan karena tidak berada di posisi laut dalam. "Kedalaman laut titik jatuhnya pesawat sekitar 30-35 meter," imbuh dia.

lion air
Pesawat Lion Air. Foto:MerahPutih/Rizky Fitrianto

Menurut Syaugi, posisi terakhir pesawat Lion Air JT610 setelah hilang kontak berdasar informasi awal yang diterima berada di titik 05 48.934 S 107 07.384 E. "Saat ditemukan posisi puing pesawat bergeser sekitar 2.0 mile dari titik koordinat awal," imbuh jenderal bintang tiga itu.

Untuk diketahui, Pesawat Lion Air JT610 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB tujuan Pangkal Pinang. Pesawat naas yang seharusnya tiba di Pangkal Pinang pukul 07.30 WIB itu total membawa 189 orang, meliputi 181 penumpang dan sisanya awak kabin. (*)

#Lion Air JT610 Jatuh
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan