Jatuh Cinta Bikin Orang Jadi 'Bodoh'

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 14 Desember 2017
Jatuh Cinta Bikin Orang Jadi 'Bodoh'

Ilustrasi. (Foto:pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA yang bilang cinta itu buta. Tapi enggak ada yang pernah menyebut jatuh cinta membuat orang jadi bodoh. Yang ada, cinta membuat orang jadi tergila-gila hingga rela berbuat apa saja, bahkan tindakan bodoh sekalipun.

Apa benar demikian?

Jatuh cinta merupakan proses biologis yang kompleks dan amat dipengaruhi hormon dalam tubuh. Faktanya, saat jatuh cinta, seseorang menggunakan sebagian besar energinya untuk memikirkan orang yang dicintai.

Itulah yang membuat seseorang kehilangan kemampuan melakukan tugas kognitif, apalagi multitasking dan memecahkan masalah. Semua itu disebabkan tiga hal yang terjadi dalam tubuh seseorang yang sedang jatuh cinta, yaitu euforia, terancam, dan kelelahan.

Sebuah tim peneliti dari University of Pisa menemukan bahwa pada tahap awal hubungan asmara, aktivitas pemancar saraf adrenalin, dopamin, oksitosin, norepinefrin, dan phenylethylamine (PEA, yaitu amfetamin alami) bercampur aduk dan meningkat ketika dua orang saling tertarik. Akibatnya, bagian otak yang mengatur emosi pun menjadi kewalahan.

Uniknya, selama fase euforia itu, efek relaksasi yang Anda dapatkan dari hormon serotonin akan menurun, tergantikan dengan obsesi terhadap pasangan Anda secara konsisten. PEA juga andil dalam membuat jantung Anda berdebar hingga merasa terengah, gemetar, dan muncul keinginan yang amat sangat untuk bersatu dengan orang yang Anda cintai.

Dalam studi itu, dilakukan pemindaian MRI (magnetic resonance imaging). Peneliti kemudian memetakan perubahan kimia yang terjadi dan mengamati bagian otak yang berhenti bekerja selama berhari-hari ketika seseorang sedang dimabuk asmara.

Ternyata, korteks frontal yang merupakan bagian otak yang bertugas membuat keputusan dan menilai sesuatu atau seseorang tidak bekerja ketika seseorang jatuh cinta.

Menurut penelitian yang dilakukan di University College London, ada banyak bagian otak yang aktif saat Anda dimabuk asmara. Namun, korteks frontal, area besar pada otak, berhenti bekerja padahal sifatnya penting dalam menilai hal tertentu.

Peneliti percaya berhentinya korteks frontal terjadi karena tujuan biologis, misalnya memperlancar urusan reproduksi. Itulah sebabnya orang yang jatuh cinta sulit melihat kesalahan atau kekurangan orang ia cintai.

Anda mungkin tidak kehilangan kemampuan membaca dan berhitung, tapi saat jatuh cinta, kemampuan Anda menilai, membuat keputusan, dan menganalisis ada pada titik yang bisa disebut 'bodoh'.(*)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan