Hari Reformasi 2019

“Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”, 6 Film Ini Berlatar Tragedi Mei 98

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Mei 2019
“Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”,  6 Film Ini Berlatar Tragedi Mei 98

Mahasiswa menduduki gedung DPR-MPR saat peristiwa Mei 98 (Foto: ABC)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMBOYAN terkenal itu pernah diucapkan oleh Presiden pertama Indonesia, Dr. Ir. H. Soekarno, dalam pidatonya pada HUT Republik Indonesia tahun 1966. Seakan telah diprediksi oleh beliau, perjalanan Indonesia sebagai negara kedepannya akan melalui tahun-tahun yang sulit, konflik, perang saudara, krisis, sampai tragedi.

Satu peristiwa yang mungkin masih diingat hingga saat ini adalah tragedi pada Mei 1998, yang menjadi titik puncak tuntutan refomasi di Indonesia. Aksi demo mahasiswa, kerusuhan, penjarahan besar-besaran, hingga diskriminasi keras untuk masyarakat Tionghoa di Indonesia terjadi.

Sampai akhirnya tuntutan mahasiswa saat itu terkabul, turunnya pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh mantan Presiden Soeharto.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia perlahan dapat bangkit kembali dari keterpurukan, dan belajar dari sejarah kelam yang pernah terjadi 21 tahun silam. Peristiwa besar yang pernah terjadi di Indonesia tersebut pun menguak beberapa fakta dan cerita yang kemudian dikemas dalam film, baik film dokumenter maupun film drama.

1. Di Balik 98 (2015)

Dari judulnya, sudah jelas film ini menceritakan tentang kejadian yang terjadi 21 tahun silam. Cerita dalam film berpusat pada mahasiswi bernama Diana, yang harus berselisih paham dengan kakaknya seorang pengawal di istana negara.

Meski demikian, dia dan sejumlah mahasiswa lainnya tetap ikut melakukan aksi demonstrasi besar-besaran yang akhirnya meruntuhkan pemerintahan Orde Baru. Diperankan aktris cantik Chelsea Islan dan disutradarai oleh Lukman Sardi, film ini merangkum ringan beberapa peristiwa penting yang terjadi pada Mei 98.

2. Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014)

Diadaptasi dari novel, film ini bercerita tentang bagaimana perjuangan keluarga etnis Tionghoa yang mendapatkan diskriminasi keras saat Mei 98. Keadaan yang “tidak kondusif” untuk Merry Riana, megharuskannya mengungsi ke negara tetangga, Singapura.

Penuh dengan motivasi, film ini mengisahkan bagaimana usaha keluarga Merry Riana untuk mengungsi. Karena biaya yang dimiliki keluarganya saat itu hanya cukup memberangkatkan satu orang, Merry Riana lah yang diungsikan ke Singapura.

Film ini juga menceritakan perjuangannya seorang diri di negara tetangga untuk bertahan hidup dengan biaya seadanya, sampai akhirnya ia berhasil menjadi seorang perempuan sukses dari pelariannya.

3. May (2008)

Mengangkat sudut pandang yang sedikit berbeda dari tragedi Mei 98, memberikan cerita dari mereka yang menjadi korban dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi saat itu. Menceritakan karakter utama, May, yang menjadi korban pemerkosaan ketika peristiwa kerusuhan terjadi 21 tahun silam.

Tidak hanya menyoroti bagaimana May yang menjadi korban penculikan dan pemerkosaan kala itu, film ini juga menceritakan berbagai aspek lain yang mungkin tidak kita ketahui selama tragedy 98 terjadi di Jakarta.

4. Student Movement Indonesia (2002)

Sebuah film dokumenter yang juga dikenal dengan judul Tragedi Jakarta 1998 karya Tino Saroenggalo. Film ini secara langsung menceritakan bagaimana perjuangan para mahasiswa meruntuhkan pemerintahan Orde Baru, dengan footage-footage langsung dari tempat kejadian.

Sebelum diperpendek durasinya menjadi 45 menit, awalnya film dokumenter Tino Saroenggalo ini berdurasi 50 jam. Meski demikian, durasi yang telah diperpendek dari film ini cukup merangkum apa yang terjadi dan bagaimana keadaan saat tragedy 98 berlangsung.

5. 9808 (2008)

10 tahun sejak reformasi 98 terwujud, sebuah antologi film bertemakan peristiwa Mei 98 dibuat oleh 10 sutradara muda. Berbeda dengan film dengan latar belakang serupa, film ini memberikan penonton tentang cara pandang jujur menanggapi tragedi yang terjadi Mei 21 tahun silam.

Film ini juga menceritakan after effect atau akibat yang disebabkan oleh peristiwa besar yang terjadi di Indonesia pada Mei 98, tak lupa para sineas muda menyelipkan semangat optimisme untuk menyongsong masa depan setelah tragedi Mei 98 berakhir.

6. Istirahatlah Kata-Kata (2016)

Cerita dalam film ini berpusat pada sosok aktivis sekaligus penyair, Widji Thukul, yang terkenal dengan karya-karya yang kontra dengan pemerintahan Orde Baru. Mengambil setting periode tahun1996-1998, di mana kala itu ia tengah menjadi buronan pemerintah Orde Baru.

Tidak hanya terkenal di dalam negeri, film Istirahatlah Kata-Kata bahkan memenangkan berbagai penghargaan yang cukup bergengsi. Film ini menjadi menarik karena penonton disuguhkan dengan cara Widji Thukul mengkritik pemerintahan Orde Baru dengan satir dan cukup berbobot untuk film dengan latar belakang tragedi Mei 98.

Selain menjadi pengingat untuk tidak meninggalkan sejarah yang pernah dialami bangsa Indonesia, banyak hal yang bisa kita cari tahu dan pelajari tentang tragedi 98. Mulai dari bagaimana masyarakat Indonesia meruntuhkan pemerintahan Orde Baru hingga mencapai reformasi, hingga bagaimana bangsa yang besar mampu kembali pulih dari keterpurukan yang pernah mewarnai perjalanan negara ini. (ADP)

#Hari Reformasi #Film Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Film 'Merah Sebelum Fajar' Garin Nugroho Tayang 21 Januari 2027, Angkat Konflik Awal Kemerdekaan Indonesia
Film Merah Sebelum Fajar karya Garin Nugroho tayang 21 Januari 2027. Dibintangi Nicholas Saputra dan Laura Basuki, film ini mengangkat konflik Indonesia pada 1946.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
Film 'Merah Sebelum Fajar' Garin Nugroho Tayang 21 Januari 2027, Angkat Konflik Awal Kemerdekaan Indonesia
ShowBiz
Bukan Cuma Urusan Cinta, Ini Konflik yang Dihadapi Dian Sastrowardoyo di Film 'Yang Datang dan Yang Pergi'
Dian Sastrowardoyo memerankan Sinta dalam film Yang Datang dan Yang Pergi, drama romantis tentang cinta, bisnis keluarga, dan pilihan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
Bukan Cuma Urusan Cinta, Ini Konflik yang Dihadapi Dian Sastrowardoyo di Film 'Yang Datang dan Yang Pergi'
ShowBiz
Bertabur Bintang, Ini Daftar Pemain Film 'Dompet Ayah Sepatu Ibu' yang Tayang 2027
Starvision mengumumkan pemain film Dompet Ayah Sepatu Ibu, adaptasi novel J.S. Khairen. Dibintangi Ardit Erwandha dan Wavi Zihan, film ini tayang pada 2027.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Bertabur Bintang, Ini Daftar Pemain Film 'Dompet Ayah Sepatu Ibu' yang Tayang 2027
ShowBiz
Vino G. Bastian Berjuang Selamatkan Anak dalam Film Drama Terbaru 'Gasigogi'
Vino G. Bastian, Pevita Pearce, dan Faradina Mufti membintangi 'Gasigogi', film drama garapan Lee Hwan-kyung tentang perjuangan ayah menyelamatkan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Vino G. Bastian Berjuang Selamatkan Anak dalam Film Drama Terbaru 'Gasigogi'
ShowBiz
Sha Ine Febriyanti dan Abimana Aryasatya Bertemu di 'Secrets', Film Thriller Terbaru Netflix
Netflix merilis teaser Secrets, thriller psikologis Ravi Bharwani yang dibintangi Sha Ine Febriyanti dan Abimana Aryasatya, tayang global 3 Desember 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Sha Ine Febriyanti dan Abimana Aryasatya Bertemu di 'Secrets', Film Thriller Terbaru Netflix
ShowBiz
Film 'Hungry Ghost Festival' Tayang 26 November 2026, Angkat Teror Usai Langgar Pantangan
Film horor-komedi Hungry Ghost Festival garapan Imam Darto dibintangi Endy Arfian, Aci Resti, dan Fajar Nugra. Tayang di bioskop 26 November 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Film 'Hungry Ghost Festival' Tayang 26 November 2026, Angkat Teror Usai Langgar Pantangan
ShowBiz
Kisah Masa Muda Buya Hamka Diangkat ke Layar Lebar, Simak Sinopsis Film 'Hamka Awal Mula Vol. 3'
Film Hamka garapan Fajar Bustomi dibintangi Vino G. Bastian. Simak sinopsis perjalanan Buya Hamka dari Maninjau hingga Mekah sebelum tayang 19 November 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Kisah Masa Muda Buya Hamka Diangkat ke Layar Lebar, Simak Sinopsis Film 'Hamka Awal Mula Vol. 3'
ShowBiz
Tak Semua Adegan Novel Masuk Film, Leila S Chudori Ungkap soal Adaptasi 'Laut Bercerita'
Leila S Chudori menceritakan tantangan adaptasi novel 'Laut Bercerita' ke film, termasuk memilih adegan yang harus dipertahankan atau dihapus.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Tak Semua Adegan Novel Masuk Film, Leila S Chudori Ungkap soal Adaptasi 'Laut Bercerita'
ShowBiz
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
Arie Kriting mempertanyakan absennya Irma Rihi dari nominasi FFI lewat Women From Rote Island dan Na Willa serta menyoroti representasi perempuan Timur.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
Daftar lengkap nominasi FFI 2026 untuk 22 kategori Piala Citra, mulai dari Film Cerita Panjang Terbaik hingga Penulis Skenario Asli Terbaik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
Bagikan