Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kesehatan

Jaga Kesehatan Mental dengan Melakukan ini di Tahun yang Baru

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 20 Desember 2017
Jaga Kesehatan Mental dengan Melakukan ini di Tahun yang Baru

Ilustrasi. (Foto:pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEMATIAN bintang K-pop Jonghyun dengan cara bunuh diri menambah panjang daftar selebritas muda yang memilih mengakhiri hidup sendiri. Depresi dan merasa tertekan menjadi alasan yang kerap memicu perilaku bunuh diri tersebut.

Faktanya, beban kerja atau profesi tertentu memang membuat orang lebih rentan terkena depresi.

Meskipun terkesan glamor, profesi sebagai artis termasuk yang paling sering menimbulkan depresi. Tak adanya kepastian dalam jumlah penghasilan, jam kerjanya yang tak pasti, hingga isolasi dari kehidupan sosial menjadi penyebabnya.

Sekitar 9% pekerja di bidang hiburan mengaku mengalami depresi. Bahkan, 7% pekerja pria di bidang itu mengaku menagalami depresi berat.

Meskipun demikian, Anda yang bekerja jauh dari dunia hiburan bukan tak mungkin terkena depresi. Hal itu memngingat depresi bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.

Nah, di momen tahun yang baru, ada baiknya Anda berfokus pada kesehatan mental, selain rencana karier dan kesehatan fisik.

Seperti dikutip dari Health, Direktur Klinis Bucks County Anxiety Center di Newtown, Pennsylvania Ronit Levy, PsyD, memberikan beberapa rekomendasi beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar jauh dari depresi.


Beri makan pikiran Anda

Ilmuwan menemukan bahwa ada hubungan antara kesehatan pencernaan dan kesehatan mental. Sebesar 90% serotonin--zat kimia pembawa pesan di otak--diproduksi di saluran cerna. Mencegah perdangan usus akan meningkatkan produksi serotonin. Hal itu akan membantu meningkatkan mood, nafsu makan, dan kualitas tidur.

National Institute of Mental Health merilis bahwa orang yang mengalami depresi punya kadar serotonin yang amat rendah.

Coba lakukan: kurangi makanan yang diproses, dan tambahkan buah ekstra ke menu makanan harian Anda.


Tetap bergerak

Saran untuk berolahraga dengan intensitas sedang paling tidak lima kali seminggu tak hanya menyehatkan jantung Anda, tapi juga memberi Anda mood-booster yang ampuh.

Studi terbaru yang diterbitkan di American Journal of Psychiatry menyebut bahkan olahraga selama satu jam seminggu dapat mengurangi risiko terkena depresi.

Levy menjelaskan olahraga meningkatkan aliran darah di otak. Hal itulah yang kemudian memicu produksi neurotransmitter. Semakin banyak neurotransmitter dalam otak, semakin bagus mood Anda.

Coba lakukan: perbanyak jalan di sekitar rumah atau kantor. Sebisa mungkin gunakan tangga, hindari elevator ataupun lift.


Cukupkan tidur

Siapa sangka tidur membuat Anda lebih produktif, baik fisik maupun mental. Ketika beristirahat saat tidur, otak mendapat waktu untuk memperbarui sel dan mengolah segala informasi. Kurang tidur membuat Anda mudah marah dan tersinggung. Bahkan, mereka yang mengalami insomnia amat mungkin menderita depresi dan kecemasan ketimbang mereka yang tidur cukup.

"Saat kurang tidur, Anda tak bisa mengatur mood. Bahkan hal mudah sehari-hari pun terasa berat dijalankan saat Anda kurang tidur," jelas Levy.

Coba lakukan: buatlah waktu tenang 30 menit sebelum jam tidur. Matikan semua gadget. National Sleep Foundation menyarankan atur waktu untuk tidur malam selama 7-9 jam.


Tuliskan isi pikiran Anda

Bawalah selalu buku catatan dan pensil bersama Anda. Itu akan sangat berguna untuk kesehatan mental Anda, terutama saat pikiran Anda berputar-putar tak menentu.

Menuliskan isi pikiran Anda membantu mengurangi kecemasan. Saat banyak tugas memenuhi pikiran, tuliskan semua agar Anda bisa mengurai kekusutan yang ada dalam otak.

Coba lakukan: buatlah to-do list setiap hari. Anda juga bisa mulai menulis buku harian.


Tentukan prioritas dengan jelas

Amat bagus jika Anda memiliki rencana. Namun, menentukan prioritas Anda dalam rencana itu tak kalah pentingnya. Jangan biarkan orang lain membenani diri Anda. Belajarlah untuk berkata 'tidak' pada orang-orang yang 'memberatkan' Anda.

Kerjakan saja apa yang menjadi prioritas Anda. Hal itu akan membantu menyingkirkan beban dari pikiran.

Coba lakukan: tuliskan lima prioritas teratas Anda dalam kehidupan pribadi atau karier ataupun campuran keduanya. Buatlah berdasar hal yang paling penting buat Anda. Buatlah keputusan bagaimana Anda akan mengatur waktu untuk memenuhi daftar prioritas tersebut.


Buat 'me' time

Teknologi terbaru membuat Anda makin stres. Oleh karena itu, Anda perlu terbebas dari semua 'jeratan' teknologi.

Gunakan jatah cuti sebaik mungkin untuk menjauh dari rutinitas.

Coba lakukan: sempatkan bermeditasi, mendengarkan musik, atau melakukan hobi yang membuat rileks.


Cari bantuan psikolog

Saat semuanya terasa tak tertahankan, jangan malu untuk mencari bantuan psikolog. Jika Anda mengalami tanda-tanda depresi, ada baiknya untuk segera mencari bantuan dari profesional. Terapi kognitif akan amat membantu.

Ingatlah, depresi dan kecemasan tidak hilang sendirinya.

Coba lakukan: jadikan tahun mendatang sebagai tahun peduli kesehatan mental diri Anda.(*)

Baca juga Profesi dengan Risiko Terkena Depresi

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan