Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Jangan Salah, Stres Juga Bisa Terjadi pada Orang yang Bahagia

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 07 Februari 2018
Jangan Salah, Stres Juga Bisa Terjadi pada Orang yang Bahagia

Ilustrasi. (foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMILIKI karier yang mapan, keluarga bahagia, atau penghasilan yang besar mungkin memberikan kebahagiaan bagi sebagian orang. Tidak mengherankan jika orang beranggapan bahwa kondisi mapan dan bahagia pastilah membuat seseorang jauh dari stres.

Sayangnya, tak ada seorang pun yang bebas dari ancaman stres. Bahkan yang bahagia sekalipun.

Kenapa bisa begitu ya?

Hidup manusia amatlah dinamis. Perubahan sekecil apa pun akan memicu reaksi dalam tubuh Anda. Tubuh akan bereaksi terhadap segala hal yang membuat Anda merasa tidak nyaman atau terancam, terlepas dari apakah itu benar-benar membahayakan atau tidak. Stres biasanya dimulai dari rasa kewalahan akibat banyaknya tekanan dari luar dan dalam diri yang telah berlangsung cukup lama.

Sebagai mekanisme pertahanan diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin. Kombinasi hormon itu membuat Anda merasakan dorongan energi dan peningkatan konsentrasi supaya Anda bisa merespons sumber tekanan tersebut secara efektif.

Stres menjadi hal yang normal dan justru baik bagi Anda dalam situasi tertentu. Pada umumnya, stres membuat Anda bisa semakin terpicu untuk fokus untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan kinerja. Namun, apabila stres muncul di saat-saat yang tidak diinginkan, banyak orang yang justru sulit berpikir jernih.

Setiap orang memiliki pemicu stres yang berbeda-beda. Menurut survei yang dilakukan di Amerika, stres di tempat kerja menempati urutan teratas. Pemicu stres umum lainnya ialah kematian orang yang dicintai, perceraian/perpisahan, kehilangan pekerjaan, peristiwa traumatik, hingga penyakit kronis.

Namun, stres tidak hanya datang dari faktor luar. Tak jarang stres datang dari dalam diri Anda sendiri. Sebagai contoh, kecemasan dan kekhawatiran tentang masa depan yang sebenarnya belum pasti terjadi.

Sikap dan persepsi Anda ketika menghadapi sesuatu juga dapat memengaruhi bagaimana Anda menilai stres. Pikiran positif saat menghadappi suatu masalah akan menghindarakna Anda dari ancaman stres.

Selain itu, setiap orang merespons stres dengan cara yang berbeda karena memiliki kepribadian yang juga berbeda-beda. Apa yang menyebabkan Anda stres, belum tentu juga bisa menyebabkan stres pada diri orang lain.

Itulah mengapa, bukannya tidak mungkin orang yang sudah hidup bahagia, tapi tetap bisa dihinggapi stres. Itu semua tergantung dari bagaimana Anda melihat sesuatu yang bisa menyebabkan stres dan cara Anda menangani stres tersebut.

Jadi, bisa dikatakan bahwa hidup bahagia tidak menjamin seseorang terhindar dari stres. hal itu disebabkan setiap perubahan besar dalam hidup bisa menyebabkan stres jika Anda tidak mampu mengelolanya dengan baik. Jangankan perubahan buruk, perubahan baik saja juga bisa menjadi pemicu stres. Hal yang terpenting ialah belajar untuk memandang dan menghadapi stres dengan cara yang lebih positif.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan