BANYAK orang yang menghindari makan nasi atau karbohidrat lainnya ketika sarapan pagi. Bahkan, ada yang sampai sengaja melewatkan sarapan. Sebagian besar alasannya ialah diet.
Sebenarnya Anda tak melulu harus makan nasi di setiap waktu makan, termasuk saat sarapan. Anda dapat menggantinya dengan jenis karbohidrat lain, seperti kentang, roti, bihun, ubi, dan berbagai makanan pokok lainnya.
Dikutip dari Hellosehat, bila Anda benar-benar menghindari makan semua jenis karbohidrat saat sarapan, alih-alih diet berhasil, Anda malah akan merasa kelelahan dan tidak enak badan sepanjang hari.
Pasalnya, karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh untuk berfungsi normal. Jika Anda membiarkan tubuh berpuasa karbohidrat semenjak pagi hari--apalagi setelah semalaman perut kosong--tubuh tidak akan memiliki energi untuk beraktivitas secara optimal.
Kebiasaan melewatkan sarapan justru akan merusak program diet Anda. Telah dibuktikan bahwa sengaja melaparkan diri saat diet justru membuat Anda tambah sulit menurunkan berat badan.
Untuk mencegah kelaparan saat diet, tubuh akan menghemat energi yang dipakai dengan cara mengurangi jumlah kalori yang dibakar. Tubuh akhirnya memilih untuk menggunakan energi dari otot sehingga massa otot pun turun. Akibatnya, metabolisme Anda ikut melambat.
Semakin lama Anda membatasi asupan makanan harian, semakin sedikit kalori yang dikeluarkan tubuh. Itu merupakan mekanisme alami tubuh untuk melindungi Anda dari kelaparan. Mode kelaparan bisa terjadi ketika tubuh sangat sedikit menerima kalori dalam jangka panjang. Akibatnya, tubuh akan membatasi pembakaran kalori dan penurunan berat badan pun tak mungkin tidak akan terjadi.
Ketoasidosis
Ketika Anda melewatkan asupan karbohidrat yang merupakan sumber energi utama, tubuh akan langsung mengambil lemak-lemak cadangan. Sebagian orang menganggap bahwa hal ini baik dan dapat membuat tumpukan lemak berkurang.
Namun sayangnya, proses ini akan menghasilkan zat yang dinamakan keton. Zat ini akan otomatis dihasilkan tubuh ketika tubuh tak mendapatkan gula dari makanan. Saat tubuh terlalu banyak menghasilkan keton, darah Anda akan menjadi asam kemudian terjadi ketoasidosis. Kondisi itu akan menimbulkan berbagai gejala, seperti merasa haus terus, kelelahan, pusing, dan buang air kecil terus-menerus.
Oleh karena itu, jangan menghindari makan nasi atau karbohidrat lainnya ketika sarapan, sebab tubuh Anda membutuhkannya untuk menghasilkan energi.
Perhatikan porsi
Pada orang yang sehat, total kebutuhan karbohidrat dalam sehari ialah sekitar 45%-60% dari kebutuhan kalori total. Sementara itu, untuk sarapan Anda bisa mengambil jatah 20%-nya.
Misalnya saja kebutuhan kalori Anda dalam sehari sebesar 2.000 kalori, maka Anda memerlukan 900-1.200 kalori dari karbohidrat. Jumlah itu setara dengan 225-300 gram karbohidrat.
Dengan begitu, ketika sarapan, porsi karbohidrat yang Anda konsumsi ialah 20% dari 225-300 gram, yaitu 45-60 gram karbohidrat. Kebutuhan karbohidrat itu setara dengan setengah hingga satu porsi nasi atau dua helai roti tawar.
Jadi, jangan takut gendut atau berat badan naik karena sarapan nasi. Jika memang Anda makan nasi atau karbohidrat lainnya sesuai dengan kebutuhan, berat badan Anda akan stabil. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi jenis karbohidrat yang tepat. Pilihlah, karbohidrat yang kompleks seperti makanan pokok dan hindari karbohidrat seperti gula yang tidak akan membuat Anda kenyang.(*)