PANTANG sekali alat-alat pribadi yang dipakai mandi dan setelah mandi dibagi dengan orang lain. Biarkan saja bila dikatakan pelit, tapi kesehatan kamu harus diprioritaskan. Alih-alih atas nama setia kawan tapi kamu jadi sakit. Biasanya hal ini terjadi ketika tengah melakukan traveling bersama teman-teman.
Kamu harus sadari betapa barang-barang mandi ini sebenarnya membawa bakteri dan kuman. Kebayang kan kalau dipakai orang lain. Pastinya bakteri dan kuman orang lain akan berpindah ke diri kita. Amit-amit!
Barang-barang ini sangat dilarang keras dibagi dengan teman-teman. Laman Go-Dok membuat daftar apa saja yang tidak boleh dibagi ke orang lain.
Sabun Batangan
Yang paling aman memang sabun cair. Berbagai sabun cair dengan teman tidak masalah. Namun bukan sabun batangan. Meskipun sabun batangan itu anti bakteri, namun bukan berarti harus berbagi dengan orang lain. Sabun batangan sangat bersifat pribadi tidak boleh dibagi dengan alasan apapun. Sabun memang untuk membersihkan namun bukan berarti bebas dipakai orang lain.
Alasannya, jika sabun batangan dipakai bersama, akan menyebabkan kuman berbahaya hingga patogen serius yang dimiliki orang lain akan terbawa dan menempel di badan kamu. Selain itu, sel kulit mati dan kuman bisa mengendap pada sabun batangan dan dapat berpindah satu sama lain. Kamu juga jangan memakai sabun batangan orang lain bila tidak mau hal itu terjadi.
Handuk
Ini yang paling sering dipinjam oleh orang. Kalau handuk bersih tidak apa-apa. Tapi bila itu handuk kamu yang tengah dipakai, jangan pernah memperbolehkannya. Bukan hanya sekedar handuk lho! Handuk menjadi tempat berkembang biaknya kuman. Apalagi bila tidak dijemur di bawah sinar matahari, menjadi sebuah koloni kuman yang sangat besar.
Menggunakan handuk secara bergantian bisa menularkan infeksi jamur pada kulit maupun bakteri penyebab jerawat.
Jika handuk berbau menyengat dan tidak sedap, sebaiknya segera dicuci. Sebab handuk itu sudah penuh dengan bakteri dan jamur. Tipsnya, sebaiknya cuci handuk setelah empat kali pemakaian dan biarkan handuk benar-benar kering setelah memakainya, ya!
Spons
Spons selalu digantungkan di kamar mandi. Sebaiknya spons disimpan di luar kamar mandi, jangan sampai berada dalam kelembaban. Spons yang kamu pakai biasanya tidak benar-benar kering, sudah pasti akan menjadi media yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan kuman, bakteri dan jamur. Jadi, jangan lagi berbagi spons mandi ya agar Anda terhindar dari bakteri dan virus penyebab infeksi seperti jerawat, jamur kuku, hingga kurap.
Sikat Gigi
Meskipun sikat gigi tidak pernah ada yang mau berbagi. Mungkin karena orang-orang mengerti bila bagian mulut dianggap lebih penting. Apalagi bila seseorang dikenal memiliki bau mulut yang sangat mengganggu, pasti tidak mau memakai sikat giginya. Namun biarpun seperti itu, ada saja yang nekat masih memakai sikat gigi orang lain.
Coba bayangkan jika kamu harus berbagi sikat gigi dengan orang lain. Sudah berapa bakteri yang tertinggal dan hidup di sikat gigi. Bahkan, membilas sikat gigi setelah pemakaian masih menyisakan sedikit bakteri di dalamnya.
Bakteri dari mulut sendiri sih tidak menjadi masalah, tapi bagaimana jika harus berbagi bakteri yang berasal dari mulut orang lain? Jika hal itu terjadi, maka bisa menularkan patogen baru yang dapat membuat Anda terserang flu. Tipsnya, sebaiknya rutin untuk mengganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali, ya!
Deodoran
Nah, barang yang satu ini kerap sekali dipakai bergantian dengan orang lain. Setiap selesai mandi deodoran merupakan keharusan dipakai di ketiak. Namun sadarkah kamu kalau ketiak tempat berkembangbiak bakteri karena area itu lembab.
Memang beberapa produk deodoran dikonsentrasikan untuk membunuh bakteri alias antibakteri. Namun sebagian besar produk deodoran, terutama dengan jenis organik, hanya berfungsi menyamarkan bau dengan wangi deodoran dan tidak membunuh bakteri.
Kuman tetap tumbuh dengan mudah pada deodoran. Coba bayangkan jika bakteri tersebut bertukar di antara kamu dan teman-teman lainnya. Hiiii!
Pisau Cukur
Bagi pria jangan pernah membagi pisau cukur kumis dan jenggot dengan teman. Bila memang punya cadangan alat cukur ini, berikanlah pada teman kamu. Bukan alat cukur yang tengah kamu pakai. Mencukur bulu wajah terkadang menimbulkan luka mikro yang tidak terlihat. Luka ini kemudian menjadi jalan masuk bagi kuman, bakteri dan mikroba lainnya. Begitu juga ketika memangkas rambut, mintalah pada pemangkas rambut kamu untuk tidak mengerik dengan pisau cukur. Kecuali ia menggantinya dengan pisau cukur yang baru dan bersih. (*)