INDONESIA sebagai negara yang dilalui sabuk lempeng tektonis Samudra Pasifik, ring of fire, punya 130 gunung berapi. Beberapa dari gunung itu memang tengah dorman. Namun, dalam kurun satu dekade ini setidaknya ada tiga gunung api yang erupsi. Gunung Merapi di Yogyakarta, Gunung Sinabung di Sumatra Utara, dan yang terbaru Gunung Agung di Bali.
Letusan gunung berapi tidak bisa dianggap remeh. Lontaran material vulkanis dan abu bisa menjangkau radius puluhan kilometer, bergantung kuatnya daya letus gunung.
Jadi, tak ada salahnya bagi Anda untuk tahu dan bersiap untuk menghadapi situasi hujan abu atau erupsi gunung berapi. Ikuti langkah-langkah berikut agar Anda terhindar dari situasi yang membahayakan.
1. Jangan panik
Tetaplah tenang jika erupsi terjadi dekat dengan tempat tinggal Anda. Pantau situasi lewat radio, TV, ataupun kanal daring.
2. Dengar sirene dan ikuti arahan
Jika Anda mendengar suara sirine, segeralah mengungsi. Penting untuk segera bersiap mengungsi begitu erupsi terjadi. Saat akan mengungsi, ikuti selalu arahan petugas di lapangan.
3. Berlindung dan tutup dengan kain basah
Janganlah keluar rumah. Tetap berlindung dalam rumah. Jika Anda berada di luar ruang, segera cari tempat berlindung. Tutupilah pintu dan jendela dengan kain basah.
4. Perhatikan mata Anda
Abu vulkanis, selain membahayakan saluran pernapasan, juga tidak baik bagi kesehatan mata. Cuci bersih mata dengan air bersih jika terkontaminasi.
5. Selalu gunakan masker
Saat hujan abu vulkanis terjadi, pakailah masker. Masker yang dianjurkan Palang Merah Indonesia, yakni masker N95. Anda juga bisa menggunakan sapu tangan atau pakaian untuk menutup mulut dan hidung.
Ikuti selalu langkah-langkah tersebut agar Anda terhindar dari efek negatif abu vulkanis.(*)

