MerahPutih Teknologi- Menurut sebuah studi baru-baru ini, menggunakan telepon selular dengan dukungan sinyal 3G (generasi ketiga) dapat menempatkan anda pada risiko yang lebih tinggi untuk terserang glioma, yaitu sejenis tumor pada otak atau tulang belakang. Tetapi para ahli medis mengatakan pada The New Paper tidak perlu panik akan hal ini.
Kata ahli bedah saraf Dr Keith Goh, "Masyarakat jangan khawatir, tetapi harus dicatat bahwa penggunaan ponsel tidak terlalu berisiko. Namun sama seperti hal lainnya, terlalu banyak menggunakan sesuatu juga dapat membahayakan."
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis Patofisiologi, juga menemukan bahwa mereka yang telah menggunakan ponsel selama lebih dari 25 tahun memiliki risiko tiga kali lipat terkena glioma.
Hal ini dilakukan oleh profesor Swedia yang juga merupakan seorang onkologis, Lennart Hardell, bersama dengan seorang ahli statistik, Michael Carlberg. Keduanya dari departemen onkologi di Orebro University Hospital. Pasangan ini mempelajari para pasien yang didiagnosis tumor otak di Swedia antara tahun 1997 sampai 2003, dan antara 2007 sampai 2009. Ini adalah tambahan terbaru dalam perdebatan selama satu dekade apakah ponsel berbahaya bagi otak manusia.
Pada tahun 2011, Organisasi Kesehatan Dunia mengklasifikasikan radiasi ponsel sebagai kemungkinan karsinogenik (substansi yang menyebabkan kanker atau meningkatkan resiko timbulnya kanker), sama dampaknya seperti yang ditimbulkan hasil pembakaran minyak mentah dan debu batu bara. Ini berarti terdapat bukti terbatas apakah radiasi dapat menyebabkan kanker pada manusia.
banyak radiasi sinyal yang dikeluarkan oleh ponsel, kata Dr Wong Seng Weng, menjelaskan temuan studi. Ini berarti mereka yang menggunakan ponsel 3G lebih berpotensi terkena lebih banyak radiasi.
Ponsel 3G menempatkan seseorang pada risiko lebih tinggi terkena glioma dibandingkan dengan ponsel 2G, hal ini dikarenalan sinyal 3G memerlukan lebih banyak energi saat bertransmisi yang tentu saja akan dapat mengeluarkan lebih banyak radiasi, kata Dr Wong Seng Weng, menjelaskan temuan studi.
Menurut sebuah studi global yang dirilis oleh Google bulan lalu, Singapura memiliki penetrasi smartphone tertinggi, yaitu pada kisaran 85 persen.
Para ilmuwan enggan untuk menarik hubungan sebab akibat langsung antara penggunaan ponsel dan glioma karena jenis radiasi yang dipancarkan ponsel, kata Dr Wong, yang mengepalai klinik The Cancer Centre, Singapore Medical Group.