Jangan Anggap Enteng, Pilek dan Batuk Bisa Jadi Penanda Penyakit Lain

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 16 Oktober 2017
Jangan Anggap Enteng, Pilek dan Batuk Bisa Jadi Penanda Penyakit Lain

Ilustrasi. (Foto:pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK orang tidak menganggap flu sebagai penyakit serius. Memang, flu biasanya reda dengan istirahat yang cukup, asupan vitamin C, dan sup ayam hangat. Namun, beberapa gejala batuk dan pilek bisa menjadi pertanda bahaya yang mengintai kesehatan tubuh Anda.

“Sebagian besar kasus penyakit serius berawal dari flu dan pilek,” kata Dr David Weitzman, MD, seorang dokter perawatan darurat di North Carolina dan anggota dewan American Academy of Urgent Care Medicine, seperti dikutip dari Huffington Post.

Oleh karena itu, ada baiknya Anda membedakan antara gejala flu biasa dan kondisi yang lebih serius. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan pertolongan medis yang tepat.

Berikut tujuh tanda gejala flu dan pilek yang bukan sekadar keluhan tidak enak badan biasa.

1. Gejala lebih dari 3 minggu

Biasanya flu berlangsung selama tiga hari. Ada juga yang mengalami selama satu-dua minggu, bahkan hingga 21 hari pada kondisi tertentu. Itu semua wajar. Namun, Anda harus mewaspadai batuk yang bertahan lebih dari 3 minggu, terutama yang tidak menunjukkan tanda-tanda sembuh. Batuk berkepanjangan bisa menjadi gejala asma, radang paru-paru, atau penyakit paru-paru lainnya.

2. Gejala flu cepat kambuh lagi

Setelah beberapa hari, Anda akhirnya terbebas dari gejala flu dan pilek yang menyiksa. Namun, belum apa-apa Anda malah sakit lagi? Waspada, itu bisa menjadi pertanda 'infeksi super', yaitu infeksi sekunder yang lebih serius yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh Anda melemah akibat dari penyakit ringan.

Bila sistem kekebalan tubuh Anda melemah oleh infeksi primer (misalnya, bakteri penyebab flu dan pilek), kuman yang sama atau berbeda dapat dengan cepat membajak sistem imun tubuh Anda yang masih lemah itu. Infeksi sekunder yang umum dapat mencakup sinusitis, bronkitis, dan bahkan pneumonia. Pada kondisi itu, Anda memerlukan perhatian medis untuk pulih.

3. Ingus berwarna-warni

Hidung meler saat pilek merupakan hal yang biasa, tapi jika lendir itu berwarna selain putih bening, Anda harus pergi ke dokter.

Ingus berwarna kuning muda berarti tubuh Anda sedang melawan sesuatu, seperti demam saat batuk dan pilek. Ingus kuning bukan berarti Anda harus ke dokter, karena itu masih termasuk normal sebagai bentuk pertahanan tubuh. Namun, apabila warna ingus itu bertahan lebih dari 10 hari, kadang diiringi dengan demam, sakit kepala, atau batuk berdahak, itu alarm Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Ingus kuning dan kental merupakan hasil penumpukan sel darah putih mati. Jadi itu bisa menjadi tanda bahwa Anda diserang sesuatu yang lebih serius daripada flu dan pilek biasa.

Sementara itu, ingus berwarna hijau berarti Anda terkena infeksi bakteri atau jamur.

4. Mata gatal atau berair

Mata gatal dan berair yang menyertai gejala flu dan pilek bisa jadi pertanda alergi. Tanda-tanda reaksi alergi lainnya termasuk gatal biduran, bersin-bersin, lidah bengkak, pusing, hingga kram perut.

5. Berat badan turun

Flu dan pilek seringnya bikin Anda tidak nafsu makan. Namun, jika terus-menerus kehilangan berat badan walaupun sudah memaksa makan, Anda harus waspada. Berat badan yang menurun drastis tanpa sebab dan mengikuti gejala flu bisa menjadi pertanda hipertiroidisme, kanker, infeksi bakteri, atau bahkan HIV.

6. Sakit kepala hebat

Sakit kepala parah saat batuk dan pilek, terutama jika disertai demam dan kekakuan leher, sehingga menimbulkan masalah konsentrasi atau kemampuan berpikir jernih harus diperiksa dokter. Gejala itu bisa mengindikasikan kelainan yang mempengaruhi sistem saraf pusat, seperti meningitis.

Sementara itu, sakit kepala yang terasa menekan atau sakit kepala yang terasa buruk di sekitar mata dan hidung Anda mungkin merupakan tanda infeksi sinus. Jenis sakit kepala itu bisa memburuk saat Anda membungkuk ke depan, karena Anda merasakan tekanan pada bagian sinus yang padat. Jenis sakit kepala itu bisa memburuk saat Anda membungkuk ke depan, karena Anda merasakan tekanan pada bagian sinus yang tersumbat.

7. Sakit dada dan jantung berdebar

Gejala flu yang disertai detak jantung tidak teratur (aritmia) bisa berarti sesuatu yang lebih serius, seperti dehidrasi atau virus yang menyerang jantung atau lapisannya. Gejala flu dan batuk yang parah sampai menyebabkan sesak napas, mengi, atau nyeri dada tidak boleh diabaikan, karena masalah pernapasan bisa menjadi tanda bronkitis atau pneumonia, sedangkan nyeri dada, dada sesak, jantung berdebar, dan sesak napas mendadak bisa menandakan emboli paru (penyumbatan bekuan darah di paru-paru).(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan