MerahPutih.com - Lalu Muhammad Zohri memang mencetak sejarah sebagai satu-satunya atlet Indonesia yang pernah meraih emas cabang lari 100 meter putra di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, pekan lalu.
Ternyata ada jalan sunyi yang dipilih Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Bob Hasan di balik kisah sukses Zohri, si Bocah Ajaib dari Lombok. Aksi yang berujung kebanggaan lagu Indonesia Raya bisa berkumandang untuk pertama kali di ajang tersebut.
Peran Bob Hasan tidak tanggung-tanggung. Mantan Menteri Kehutanan era Presiden Soeharto itu menjadikan dirinya jaminan agar Visa Zohri yang sempat tertahan dapat diloloskan.
“Zohri hampir gagal berangkat karena dia anak yatim-piatu. Saya harus menanggung semua, kalau tidak, dia tidak dapat visa,” kata Bob Hasan, saat ditanya wartawan ketika berkunjung di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (12/7) kemarin.
Tak hanya itu, Zohri juga nyaris tak bisa berangkat ke Finlandia karena tidak memiliki biaya. Pemuda 18 tahun itu memang berasal dari keluarga tidak mampu. Zohri sudah menjadi yatim piatu sebelum menjadi atlet nasional.
Bob Hasan, yang menyadari potensi Lalu sebagai seorang juara sejak beberapa tahun silam, rela membantu Lalu untuk berangkat. Pengorbanan yang tidak sia-sia. Tenaga dan biaya yang keluar untuk memberangkatkan Zohri dibayar lunas dengan medali emas. "Dia hampir tidak bisa berangkat tadinya. Dia yatim piatu dan tidak ada biaya. Jadi saya yang mesti tanggung semua," imbuh dia.
Pria yang puluhan tahun memimpin PB PASI itu pertama kali melihat bakat Zohri pada tahun 2016, yang kala itu masih berusia 16 tahun. Bob Hasan langsung kepincut melihat kegigihan Lalu yang sedang bertanding di kejuaraan daerah.
Zohri pun langsung diboyong ke Jakarta untuk berlatih di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Bob Hasan pula yang membiayai hidup si 'Bocah Ajaib' selama dua tahun ini. "Langsung saya tarik ke Jakarta. Saya yang tanggung biaya kehidupan dia. Jadi, kami tidak tunggu pemerintah. Pokoknya selama dia mau latihan dengan disiplin, kami sudah senang," ujar dia.
Naluri Bob Hasan tidak meleset. Zohri bisa diandalkan untuk menjadi pelapis para pemain senior meski usianya masih junior, bahkan mampu meraih juara di Kejuaraan Asia Junior 2018, Gifu, Jepang, pada Juni lalu. Sebulan kemudian, Zohri kembali membuktikan julukan sebagai 'Bocah Ajaib', dengan menyabet medali emas di ajang Kejuaraan Dunia Atletik U-20, dengan status kuda hitam.
Meski berperan besar, Bob Hasan memilih tetap di belakang layar dalam kesuksesan anak asuhnya. Pria yang sejak dulu dikenal dekat dengan Keluarga Cendana itu sendiri akhirnya membocorkan semuanya itu setelah agak dipaksa oleh para wartawan.
Bahkan, Ketum PB PASI itu masih saja berpesan kepada media agar jangan terlalu mengekspos keberhasilan Zohri secara berlebihan. Pesan yang sama disampaikannya kepada Komandan Kontingen Indonesia (Chef de Mission/CdM) dalam Asian Games 2018 Komjen Pol. Syafruddin.
“Saya menyampaikan kepada CdM agar tidak memuji Zohri. Nanti besar kepala dia, kalau udah begitu, dia gugup bisa kalah. Jadi, biasa-biasa saja,” imbuh bekas menteri yang pernah mendekam di Sukamiskin karena terjerat kasus korupsi hutan di era Orde Baru itu.
Tak hanya itu, Bob Hasan juga mewanti-wanti agar anak asuhnya jangan diberi beban terlalu berat saat Asian Games mendatang yang berlangsung 18 Agustus-2 September 2018. Rencananya, Zohri akan diturunkan di dua nomor, yakni lari 100 meter dan lari estafet 4x100 meter. "Takutnya kalau dia main dobel begitu nanti jadi tegang, malah kalah," tutup dia. (*)