Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Lobak

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 07 Maret 2018
Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Lobak

Lobak bantu redakan demam. (foto: livestrong.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MESKIPUN bentuknya mirip seperti wortel, lobak tak banyak dikenal dan digunakan dalam masakan.
Beberapa masakan populer yang menggunakan lobak sebagai hidangan antara lain soto bandung, tumis lobak, atau dijadikan acar sebagai pendamping masakan di Manado.

Biarpun kurang populer, bukan berarti lobak enggak punya manfaat lo buat tubuh.

Lobak bisa menjadi kawan Anda untuk melewati musim pancaroba seperti saat ini. Kandungan antibakteri dan antipiretik dalam lobak akan membantu meredakan demam, flu, dan radang tenggorok. Jika ingin memanfaakan lobak untuk hal itu, sajikan saja lobak dalam olahan soto bandung.

Selain itu, lobak juga membantu Anda terlelap. Penelitian membuktikan kandungan alkaloid dalam lobak meredakan saraf dalam tubuh sehingga membuat tubuh rileks sehingga lebih mudah terlelap.

Tak mengherankan jika para ahli menyebut lobak sebagai tanaman antiinsomnia, hipnosisi, dan saporifis (memudahkan tidur).

Untuk mendapatkan manfaat antiinsomnia dari lobak, para ahli herbal menyarankan untuk membuat lobak menjadi jus. Anda juuga bisa menambahkan jus dan sedikit madu atau gula agar rasanya tak terlalu tawar. Minumlah jus itu secara teratur menjelang tidur hingga gejala insomnia berkurang.

Lobak juga kaya kandungan air dan serat. Kedua kandungan itu punya manfaat tak kalah baik untuk tubuh. Serat dan kandungan air dalam lobak memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga Anda cenderung makan lebih sedikit.

Selain memberikan efek kenyang, kandungan air dalam lobak juga punya manfaat diuretik, yaitu melancarkan buang air kecil sehingga dapat membantu membersihkan ginjal dan saluran kencing.

Jadi jangan ragu mengasup lebih banyak lobak ya.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan