Merahputih.com - Kehadiran Jérémy Jacquet sebagai bek baru Liverpool langsung memberikan dampak instan yang luar biasa dalam menambal lubang pertahanan peninggalan Ibrahima Konate.
Pemain muda asal Prancis ini terbukti bukan sekadar investasi masa depan The Reds, melainkan solusi nyata yang langsung nyetel untuk memperkokoh tembok pertahanan skuad asuhan Andoni Iraola musim ini.
Baca juga:
Prediksi Line Up Liverpool vs Man City: Racikan Taktik Iraola Tanpa Isak dan Gakpo
Awalnya mungkin banyak pihak yang mengernyitkan dahi melihat angka £60 juta dalam kesepakatan transfer bek Liverpool ini, namun performa Jérémy Jacquet di Liga Inggris langsung membungkam semua keraguan. Pemuda berusia 21 tahun tersebut beradaptasi dengan sangat natural, tampil mendominasi duel udara, dan menjadi rekan duet ideal bagi Virgil van Dijk.
Lewat statistik Jérémy Jacquet yang mentereng di awal musim, publik Anfield kini bisa bernapas lega karena mereka telah menemukan pengganti Ibrahima Konate yang tidak kalah sangar.
Pujian Selangit dari Zinedine Zidane di Timnas Prancis
Performa apik Jacquet di level klub berbuah manis dengan pemanggilan perdananya ke skuad senior Timnas Prancis. Ia tampil gemilang sebagai starter saat melawan Turki dan Italia di ajang UEFA Nations League.
Ketangguhannya bahkan membuat legenda sekelas Zinedine Zidane tak ragu melontarkan pujian. Saat ditanya soal kontribusi sang bek tengah di laga kontra Italia, Zidane memberikan respons tegas:
Sangat bagus. Sangat, sangat bagus. Berani. Dia tidak takut untuk keluar jauh dari posisinya. Sangat tangguh dalam duel. Dia, sekali lagi, bermain dengan sangat baik. Saya sampai mengatakannya empat kali,
ucap Zidane.
Meski sempat absen di laga kedua melawan Italia karena cedera ringan, impresi pertamanya di kancah internasional sudah cukup untuk membuktikan kelasnya.
Statistik Menggila: Lebih Baik dari Konate?

Kalau kita bedah datanya, wajar kenapa Liverpool berani menebus mahal pemain yang dua musim lalu masih main di kasta kedua Prancis ini. Ia bukan cuma jago duel udara, tapi juga super tenang saat menguasai bola.
-
Raja Duel: Di Liga Inggris musim ini, Jacquet memenangkan 76,9% duel udara (10 dari 13), melampaui statistik Van Dijk (71,4%) maupun Ronald Araújo (72,0%). Di duel bawah, ia juga mencatat tingkat keberhasilan 76,0%.
-
Tekel Bersih: Bicara soal tekel efektif (mengamankan bola atau membuangnya ke posisi aman), tingkat keberhasilannya mencapai 73,3% dari 15 percobaan. Angka tertinggi di antara pemain dengan jumlah tekel serupa.
-
Agresivitas Bertahan vs Konate: Jacquet mencetak rata-rata 2,9 tekel per 90 menit (Konate musim lalu hanya 1,9). Ia juga mencatatkan intersep dua kali lipat lebih banyak (1,7 berbanding 0,8) dan lebih unggul dalam urusan membawa bola ke depan.
Tentu saja peran dan instruksi taktik yang berbeda turut memengaruhi angka ini, namun Jacquet membuktikan bahwa ia mampu memikul beban berat di jantung pertahanan klub raksasa.
Ujian Sesungguhnya: Erling Haaland dan Manchester City
Sejauh ini, Jacquet berhasil memborong pujian. Tingkat kemenangan duel totalnya yang mencapai 76,3% bahkan menyamai rekor terbaik Van Dijk di musim 2018-19.
Namun, bermain sebagai bek tengah muda tentu selalu diiringi risiko kesalahan fatal yang butuh ekstra kesabaran.
Baca juga:
Jeremy Jacquet Dikabarkan Cedera Bahu, Jadi Kabar Buruk bagi Liverpool
Akhir pekan ini, Jacquet akan menghadapi ujian paling krusial dalam kariernya di Inggris saat pemuncak klasemen Manchester City melawat ke Anfield.
Menghentikan monster sekelas Erling Haaland adalah mimpi buruk bagi mayoritas bek saat ini. Tapi jika melihat rekam jejaknya yang tak pernah gentar menghadapi tekanan, Jérémy Jacquet sepertinya sudah sangat siap menjawab tantangan tersebut.
