MerahPutih Peristiwa - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Dwi Badarmanto mengungkapkan belum ada kebijakan apakah pesawat latihan tempur T-50i Golden Eagle tetap diperbolehkan terbang tidak, untuk menghindari kejadian serupa pasca kecelakaan yang terjadi di Yogyakarta.
"Untuk sementara Belum ada kebijakan dari pimpinan karena pesawat ini adalah pesawat baru. Jadi kita cari tahu penyebabnya dulu," beber Dwi Badarmanto.
Dwi mengatakan, kecelakaan yang terjadi terhadap pesawat T-50i merupakan musibah yang tidak bisa dihindari. Sebelum gelar atraksi, pihak penyelenggara telah mempersiapkan dengan maksimal.
"Musibah itu tidak ada yang menginginkan. Siapa yang mau musibah, barangkali tidak ada satu pun yang mau ada musibah," ujar Dwi Badarmanto menanggapi rentetan pertanyaan dari awak media, di Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu (20/12).
Pernyataan tersebut diungkapkan Dwi Badarmanto untuk menyikapi kegelisahan yang muncul terkait sebab musabab jatuhnya pesawat latihan tempur T-50i Golden Eagle yang jatuh pada pukul 09.53 WIB, Minggu (20/12), saat acara Gebyar Dirgantara 2015, dalam rangka memperingati HUT ke-70 Akademi Angkatan Udara Yogyakarta.
"Tetapi untuk mengetahui kenapa terjadi musibah, ini kita sedang bekerja keras. Begitu ada kejadian, tadi pagi Kasau (Kepala Staf Angkatan Udara) langsung memerintahkan untuk tim investigasi langsung berangkat ke lokasi. Untuk mengadakan investigasi. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama kita sudah tahu penyebabnya, bisa kita ambil kesimpulan dan langkah-langkah ke depan apa yang kita ambil," tambahnya. (aka)
BACA JUGA: