Film

Isu Dalam Film Enak Tho Zamanku - Piye Kabare

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 11 April 2018
Isu Dalam Film Enak Tho Zamanku - Piye Kabare

Film garapan Akhlis Suryapati mengangkat realita dengan gamblang. (Foto: istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

FILM merupakan karya seni yang salah satu pendekatannya mengangkat realita yang terjadi di masyarakat. Banyak cara yang dilakukan sutradara untuk menyampaikan realita tersebut ke masyarakat. Ada yang secara implisit dan ada pula yang secara eksplisit.

Sutradara Enak Tho Zamanku - Piye Kabare, Akhlis Suryapati memilih untuk menuangkan realita secara gamblang pada karyanya. Dirinya bahkan menyentil beberapa isu yang sedang hangat. Meski nuansa politik begitu kental dalam film Enak Tho Zamanku-Piye Kabare, Akhlis juga mengangkat isu-isu sosial.

Lembaga Sensor Film mengkategorikan film tersebut dalam genre drama/kriminal untuk usia dewasa.
Berikut isu yang muncul dalam film tersebut:

film enak jamaku
Terdapat banyak isu kontroversi di dalam film ini. (Foto: istimewa)

LGBT

Akhlis secara berani memasukkan isu yang menimbulkan kontroversial tersebut ke dalam filmnya. Meski tidak mengangkat isu tersebut secara mendalam, ia tetap mengangkat isu tersebut ke dalam filmnya. Hal tersebut terlihat dari adegan Darmo Gandul (Panji Addiemas) yang baru tiba di hotel warisan keluarganya. Ia memilih untuk menginap di salah satu kamar hotel tersebut. Ketika ia menyusuri lorong hotel, ia melihat sepasang wanita sedang asyik bercumbu.

Tenaga Kerja Asing

Isu mengenai tenaga kerja asing mencuat setelah Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden tentang penggunaan tenaga kerja asing. Tenaga Kerja Asing yang mayoritas berasal dari Tiongkok mudah masuk ke Indonesia. Tak hanya masuk, Tenaga Kerja Asing ini juga memiliki KTP palsu. Resah dengan isu tersebut, Akhlis mengangkat film tersebut secara detil. Hotel warisan pusaka keluarga yang semula dikelola Pinuntun (Dolly Martin) berubah menjadi kartel kejahatan saat dikelola Saladin (Soultan Saladin). Hotel tersebut diubah menjadi tempat penampungan tenaga kerja asing. Dalam salah satu adegan bahkan memperlihatkan pembagian Kartu Tanda Penduduk untuk para tenaga kerja asing.

film enak jamanku
Melihat realita dalam film Enak Tho Zamanku-Piye Kabare. (Foto: istimewa)

Prostitusi

Prostitusi merupakan salah satu isu sosial yang tak pernah berhenti di Indonesia. Isu prostitusi diangkat melalui penokohan dalam film tersebut. Salah satu tokoh Retno (Ismi Melinda) merupakan pelacur yang kerap mendapat perlakuan buruk dari pelanggannya. Retni memperlihatkan sisi gelap prostitusi di Indonesia seperti kekerasan seksual, pelecehan, hingga perdagangan manusia ke luar negeri. Dalam film tersebut, Retno berusaha menyelamatkan adik perempuannya yang hendak di kirim ke negara lain untuk dieksploitasi. Film tersrlebut juga mengungkapkan posisi wanita penghibur yang lemah di masyarakat. "Pelacur berani berbuat apapun meski dia selalu kalah," tutur Retno saat pertama berkenalan dengan Darmo Gandul.

Premanisme

Isu premanisme juga sempat diangkat dalam film tersebut. Sosok Darmo Gandul yang baru kembali dari pencarian jati diri harus berhadapan dengan gerombolan yang dipimpin GatoLoco (Eko Xamba). Komplotannya bahkan tak segan memalak dan mencoba menghabisi Darmo Gandul. GatoLoco juga nerupakan kaki tangan Saladin, yang jaringan kejahatannya tidak sesederhana yang dibayangkan orang. (avia)

#Film Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
Daftar lengkap nominasi FFI 2026 untuk 22 kategori Piala Citra, mulai dari Film Cerita Panjang Terbaik hingga Penulis Skenario Asli Terbaik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
ShowBiz
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
Dalam nominasi Sutrada Terbaik FFI, Bernadus bersaing dengan Edwin, Joko Anwar, Wregas Bhanuteja, dan Kimo Stambuel.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
ShowBiz
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
Ghost in the Cell karya Joko Anwar masuk 13 nominasi FFI ke-46. Simak daftar kategori, latar cerita, perjalanan di Berlinale 2026, dan jajaran pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
Nicholas Saputra jadi aktor yang paling banyak masuk nominasi Aktor Terbaik.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Christine Hakim hingga Shenina Cinnamon Saingan untuk Piala Citra
Jika tahun ini Christine Hakim kembali memenangi nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, dia resmi mengoleksi total enam piala.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Christine Hakim hingga Shenina Cinnamon Saingan untuk Piala Citra
ShowBiz
Buku 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' Diadaptasi Jadi Film, Wregas Bhanuteja Pimpin Produksi
Buku best seller 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' karya dr. Andreas Kurniawan akan diadaptasi menjadi film oleh Wregas Bhanuteja.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Buku 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' Diadaptasi Jadi Film, Wregas Bhanuteja Pimpin Produksi
ShowBiz
'Aplikasi Iblis' Hadirkan Horor Berbalut Teknologi, Film Debut Garapan Dimas Anggara
Aplikasi Iblis menjadi debut Dimas Anggara sebagai sutradara. Film horor produksi NIH Pictures ini tayang 15 Oktober 2026 dan dibintangi Junior Roberts.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
'Aplikasi Iblis' Hadirkan Horor Berbalut Teknologi, Film Debut Garapan Dimas Anggara
ShowBiz
Kamila Andini Soroti Collective Power Perempuan lewat Film 'Empat Musim Pertiwi'
Kamila Andini menyoroti collective power perempuan lewat film Empat Musim Pertiwi yang tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Kamila Andini Soroti Collective Power Perempuan lewat Film 'Empat Musim Pertiwi'
ShowBiz
Sutradara 'Filosofi Teras' Ungkap Relevansi Stoisisme dengan Kehidupan Anak Muda
Sutradara Filosofi Teras Affandi Abdul Rachman mengungkap relevansi Stoisisme dengan kehidupan anak muda, termasuk soal kendali dan overthinking.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Sutradara 'Filosofi Teras' Ungkap Relevansi Stoisisme dengan Kehidupan Anak Muda
Fun
Sinopsis Film 'Memburu Pemangsa', 4 Perempuan Nekat Akhiri Teror Pedofil Pemuja Iblis
Lewati hantu gaib, film Memburu Pemangsa sajikan investigasi jurnalistik berdarah bongkar teror keji predator anak! Intip sinopsis lengkapnya di sini.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Sinopsis Film 'Memburu Pemangsa', 4 Perempuan Nekat Akhiri Teror Pedofil Pemuja Iblis
Bagikan