SELAIN Raveena yang menjadi spesial show di hari kedua Java Jazz Festival 2019, Sabtu (2/3). Ada juga penampil yang sangat luar biasa lainnya.
Salah satunya yaitu Is Pusakata, mantan vokalis grup band Payung Teduh itu tampil di panggung Teh Botol Sosro Stage bersama dengan Yamaha Music Project. Is tampil sekitar pukul 21.45 WIB.
Diluar dugaan, Teh Botol Sosro Stage sangat ramai, ribuan orang terlihat telah memadati hampir seluruh area panggung.
Hal itu tentunya, lantaran para penonton sangat menggebu-gebu untuk menyaksikan penampilan, serta suara emas dari Is Pusakata yang sangat merdu.
Sebelum Is Pusakata memasuki panggung, telah terdengar intrumental intro lagu 'Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan', salah satu hit dari Payung Teduh yang saat itu dinyanyikan Is, ketika masih menjabat sebagai front man Payung Teduh.
Seakan para penonton sudah tahu siapa yang akan tampil, usai intro lagu tersebut dimainkan. Para penonton sontak berteriak histeris, mereka tak sabar menyaksikan penyanyi yang sangat fenomenal itu.
Pada kesempatan kali ini, Is tampil dengan menggunakan busana hitam-hitam. Dari mulai atasan Blazer hitam dengan celana panjang hitam.
Kemunculan is diatas panggung itu pun kembali menuai kehebohan penonton, yang tampak sudah tak sabar untuk 'karaoke berjamaah' menyanyikan lagu Untuk Perempuan yang sedang dalam Pelukan.
Benar saja, dari mulai awal lagu tersebut dinyanyikan oleh Is. Para penonton tampak ikut juga bernyanyi. Hal itu lantaran lagu tersebut cukup familiar ditelinga pecinta musik tanah air.
Namun sayangnya, tak ada perbedaan aransmen yang cukup signifikan dari versi aslinya. Meski terdapat sebuah perbedaan, namun sekilas tampak persis seperti versi asli. Meski begitu, penonton yang hadir tetap terlihat begitu senang, dan ikut bernyanyi bersama.
Puas menyanyikan lagu tersebut. Is tak lupa untuk menyapa para penggemarnya. Dia bercerita tentang pengalamannya yang sudah sering tampil dengan Yamah Music Project.
"Saya sudah empat kali tampil dengan Yamaha Music Project, di sini saya banyak belajar dari orang-orang hebat," tuturnya.
Lebih lanjut Is juga menambahkan, "Bermusik bisa membuat saya bukan sekedar mencari kehidupan, tapi saya sangat belajar dari orang-orang yang saya temui.
Setelah itu IS pun membawakan lagu penutupnya, yang merupakan sebuah lagu ikonik dari grup band Payung Teduh. Lagu tersebut bercerita tentang sebuah pasangan yang melenggang kearah hubungan lebih serius, yaitu Akad.
Sebelum menyanyikan lagu itu, Is tak lupa mengajak para penonton untuk ikut bernyanyi bersama-sama. "Lagu berikutnya, saya ingin kalian semua yang disini iktu bernyanyi" kata Is.
Is Pusakata pun membawakan lagu Akad dengan sempurna. Para penonton pun ikut sama-sama bernyanyi saat reff lagu tersebut.
Bak paduan suara, penggalan lirik reff lagu "Bila nanti saatnya telah tiba, Kuingin kau menjadi istriku, Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan, Berlarian kesana-kemari dan tertawa" terdengar jelasan bergemuruh di Teh Botol Sosro Stage.
Penonton yang hadir menyaksikan penampilan Is Pusakata pun tampak puas dan senang. Hal itu terlihat dari raut wajah mereka yang tampak semringah, karena hanyut dalam lagu-lagu cinta yang dibawakan dengan sempurna. (Ryn)