MerahPutih.com - Piala Dunia 2026 kini harus menghadapi keputusan besar, setelah Iran mengumumkan akan menarik diri dari turnamen tersebut.
FIFA perlu bertindak cepat, karena babak play-off untuk mengisi tempat yang tersisa di turnamen tersebut akan berlangsung akhir bulan ini.
Namun, konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah juga dapat mempengaruhi pertandingan-pertandingan itu. Hal tersebut menambah ketidakpastian seputar Piala Dunia 2026 yang hanya tinggal tiga bulan lagi sebelum pertandingan pembukaan.
Baca juga:
Timnas Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Nasib Grup G Belum Jelas
Siapa Calon Pengganti Iran di Piala Dunia 2026?
Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Suriname, dan Bolivia pada akhirnya dapat diuntungkan dari penarikan Iran.
Iran, yang seharusnya bertanding di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir, merupakan salah satu dari delapan negara dari Konfederasi Asia yang lolos langsung ke turnamen tersebut.
Kemudian, Irak dijadwalkan untuk bertanding di final play-off antarbenua pada 31 Maret 2026 di Monterrey, Meksiko. Laga tersebut akan menentukan siapa yang bergabung dengan Prancis, Norwegia, dan Senegal di Grup I.
Saat ini, Irak dijadwalkan untuk bertemu dengan pemenang pertandingan yang dimainkan lima hari sebelumnya antara negara-negara Amerika Selatan, Suriname dan Bolivia.
Baca juga:
5 Negara yang Pernah Mundur dari Piala Dunia, Iran Diisukan Absen Tahun ini
Namun, Irak telah meminta agar pertandingan 31 Maret 2026 ditunda karena perang, yang menghentikan mereka terbang dari negaranya sendiri dan memaksa melakukan perjalanan selama 20 jam dengan bus ke Turkiye atau negara tetangga lainnya.
Salah satu solusinya adalah Irak menggantikan Iran di Grup G secara langsung, kemudian meninggalkan Suriname dan Bolivia dalam persaingan langsung untuk memperebutkan tempat di Grup I.
Alternatifnya, Irak dapat langsung lolos dan UEA dipromosikan ke babak play-off antarbenua. Irak mengalahkan UEA dalam pertandingan dua leg untuk menempatkan diri selangkah lebih dekat ke kualifikasi.
Namun, UEA akan menghadapi tantangan logistik seperti yang dihadapi Irak untuk melakukan perjalanan ke pertandingan di Meksiko.
Iran Sebenarnya Diizinkan Ikut Bertanding di Piala Dunia 2026
Presiden FIFA, Gianni Infantino dan Presiden AS, Donald Trump menyebutkan, bahwa Iran akan diizinkan untuk berkompetisi di Piala Dunia 2026.
Iran berisiko didenda oleh FIFA jika mereka menarik diri, tetapi pertimbangan tersebut akan terasa tidak relevan selama bom Amerika dan Israel terus dijatuhkan di negara tersebut.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamal menyebutkan, tidak mungkin negaranya dapat mempertimbangkan untuk berkompetisi di turnamen tersebut, setelah diserang oleh AS dan bersekutu dengan Israel. Mereka juga bertanggung jawab atas kematian pemimpinnya, Ayatollah Khameinei.
Baca juga:
Spotify Camp Nou dan Bernabeu Berebut Jadi Tuan Rumah Final Piala Dunia 2030
“Sejak pemerintah korup ini membunuh pemimpin kami, kami tidak memiliki kondisi apa pun yang memungkinkan kami untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026," kata Donyamal.
“Mengingat tindakan jahat yang diambil terhadap Iran, dua perang dipaksakan kepada kami dalam delapan atau sembilan bulan, dan beberapa ribu orang kami tewas. Oleh karena itu, kami sama sekali tidak memiliki kemungkinan untuk berpartisipasi dengan cara ini.” (sof)