AJANG Intersport World Stage 2017 digelar selama dua hari, 4-5 November 2017 di JIEXPO Kemayoran Jakarta. Ajang kompetisi drift ini digelar untuk memenuhi kebutuhan para drifter dalam negeri.
Ajang drift di ibukota menjadi seri final dari 40 drifter. Mereka adalah jawara-jawara drifter hasil seleksi seperti di Tangerang, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Mereka akan berlaga dalam tiga kelas, yakni Rookie RWD, Pro RWD, dan IIdo Batam.
Meskipun drifter-drifter yang berlaga belum memiliki jam terbang tinggi, namun kemampuan mereka mengendalikan mobil sudah baik.
Seperti yang dikatakan oleh Kent, Brand Manager Intersport, Intersport merupakan ajang pembuktian Indonesia pada dunia internasional. "Drifter Indonesia mempunyai kemampuan yang dapat disejajarkan dengan drifter internasional."
Pun demikian juga bahwa event ini merupakan ajang memicu dan memotivasi drifter Indonesia untuk meningkat kemampuan drift pelaku-pelakunya. Kent pun membeberkan bahwa dalam tiga tahun penyelenggaraan Intersport memunculkan banyak talenta-talenta dari berbagai pelosok Indonesia.
"Ini merupakan ajang untuk pengembangan bakat-bakat drift di Indonesia," ungkap Dio yang menjadi Champion of Asia Drift Challenge 2011.
Dalam kesempatan ini tiga raja Intersport akan berhadapan dengan tiga drifter asing. Dari Indonesia akan hadir Emmanuelle Amandio, Dika CH dan Alinka Hardianti. Sedangkan drifter asing Jake Jones (Australia), Masashi Yokoi (Jepang) dan S. Chanatpon Kerdpiam (Thailand).
Pada hari pertama (4/11) digelar Gymkhana dengan para drifter menunjukan kemampuan dalam mengendalikan mobilnya. Seperti yang dituliskan dalam laman kabaroto, untuk bisa memenangkan pertandingan adalah dengan cara melintasi track beserta rintangan yang sudah dipersiapkan dengan catatan waktu tercepat.
Biasanya, penghalang yang ada di lintasan hanya berupa traffic cone (kerucut jalan). Namun, penghalang yang ada di lintasan Intersport World Stage 2017 adalah truk kontainer dan alat berat. (psr)