MerahPutih.com - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, diperkirakan akan memperbarui kontraknya dalam beberapa hari mendatang.
Ia sudah mengadakan pertemuan selama tiga jam pada Senin (18/5) lalu bersama direktur olahraga klub untuk membahas potensi pergerakan di bursa transfer.
Menurut laporan Corriere dello Sport, salah satu nama yang disebutkan selama pembicaraan tersebut adalah bek tengah Barcelona, Ronald Araujo.
Namun, spekulasi itu akhirnya teredam pada Selasa (19/5), karena Inter Milan disebut mengalami kendala keuangan.
Baca juga:
AC Milan Tawarkan Rafael Leao ke Arsenal dan Barcelona, tapi Harganya Bikin Ragu
Barcelona Belum Terima Tawaran Inter Milan untuk Ronald Araujo
Kenyataannya, bek Uruguay itu maupun Barcelona tidak mengetahui adanya minat dari Inter. Artinya, belum ada diskusi mengenai angka-angka yang terjadi.
“Araujo tidak terjangkau,” tulis jurnalis Pedro Guadagno.
Biaya yang harus dikeluarkan Inter untuk Araujo berkisar 50 juta euro (Rp 1 triliun). Kontraknya sendiri berakhir pada 2031 mendatang, kemudian nilainya bisa meningkat menjelang Piala Dunia 2026.
Namun, kenyataannya, belum ada kontak antara kedua klub dan tawaran resmi yang diajukan.
Baca juga:
Harga Guglielmo Vicario Jadi Kendala, Inter Milan Cari Kiper yang Lebih Murah
Akibatnya, kemungkinan kesepakatan pertukaran yang melibatkan Alessandro Bastoni, juga telah dikesampingkan.
Bek Inter berkaki kiri itu dikagumi oleh Barcelona dan sudah bukan rahasia lagi. Namun, nilai transfernya yang dilaporkan sebesar 70 juta euro (Rp 1,4 triliun), membuat potensi kepindahannya sangat tidak mungkin.
Ronald Araujo tak Ingin Tinggalkan Barcelona
Araujo sendiri juga tidak berniat meninggalkan Barcelona. Kapten Uruguay itu merasa lebih kuat dan termotivasi usai mengatasi masalah kesehatan mental yang memaksanya untuk beristirahat sejenak.
Kini, ia sudah merasa yakin dapat menunjukkan performa terbaiknya lagi. Berbicara di acara La Revuelta TVE pada Senin (18/5) lalu, ia juga memperjelas niatnya di Barca.
“Saya masih membutuhkan perpanjangan kontrak lagi," ujar Araujo. (sof)

