MerahPutih.com - Integrasi Stasiun Karet, BNI City, dan Stasiun Sudirman di Jakarta, baru akan resmi berlaku pada April 2025 mendatang.
Setelah integrasi selesai, Stasiun Karet hanya akan dilalui KRL tanpa naik atau turun penumpang. Nantinya, penumpang akan diarahkan untuk naik dan turun di Stasiun BNI City yang lebih nyaman dan lebih luas.
"Kondisi (Stasiun) Karet memang sudah enggak memenuhi syarat untuk naik-turun penumpang," kata Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto, kepada awak media di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (31/1).
Berdasarkan riset dan pengamatan faktual yang dilakukan, posisi Stasiun Karet hanya berjarak 350 meter dari Stasiun BNI City. Saat ini dalam satu jam pengguna KRL yang masuk ke stasiun karet mencapai hampir 2 ribu penumpang, dengan waktu tunggu pemberangkatan selama 10 menit.
Baca juga:
Stasiun KRL Karet Jakarta Bakal Ditutup, Politikus PDIP Perjuangan Protes
Kondisi itu membutuhkan kapasitas ruang tunggu sebanyak 330 orang. Padahal, saat ini hall Stasiun Karet hanya dapat menampung sekitar 150 orang, yang membuatnya lebih berisiko terhadap keselamatan pengguna. Belum lagi akses menuju pintu masuk Stasiun Karet rentan memicu kemacetan lantaran berada dekat perlintasan sebidang.
Sebaliknya, pengguna KRL nantinya akan terlayani lebih baik di Stasiun BNI City yang selama ini baru melayani rata-rata 100 orang pengguna per jam setiap hari, dengan daya tampung maksimal 2 ribu pengguna setiap jamnya. Jika digabung ke Stasiun BNI City, maka penumpang dapat menikmati fasilitas dan layanan yang optimal, dan tentunya lebih aman. (*)