Insentif Kendaraan Motor Listrik untuk UMKM Dinilai Tak Tepat Sasaran

Mula AkmalMula Akmal - Selasa, 30 Mei 2023
Insentif Kendaraan Motor Listrik untuk UMKM Dinilai Tak Tepat Sasaran

ALVA CREVO cocok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan iklim di Indonesia. (Foto Merahputih.com/Vincent Cristian Angkasa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kebijakan insentif kendaraan motor listrik untuk pelaku usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) tidak tepat sasaran. Sebab para UMKM membutuhkan dana segar ketimbang subsidi kendaraan listrik, guna untuk mengembangkan usahanya.

"Sejatinya, pelaku UMKM tidak butuh motor listrik, tetapi membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya, akses pasar, pelatihan SDM," kata Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno.

Baca Juga:

Motor Listrik ALVA CERVO Lengkapi Gaya Hidup Modern

Saat ini, kata Djoko, setiap pelaku UMKM sudah memiliki sepeda motor, bahkan lebih dari satu motor di dalam rumahnya. Maka, menurutnya, tidak tepat bila UMKM diberikan subsidi motor listrik.

"Bahkan orang yang hidup di kolong jembatan pun sudah memiliki sepeda motor. Jelas tidak tepat sasaran," ujarnya.

Ia pun berpendapat, bahwa pemerintah belajar transportasi kendara listrik dari luar negeri hanya sepenggal-sepenggal, tidak menyeluruh. Sebab, jika belajar dengan beberapa negara di Eropa, industri sepeda motor tidak berkembang di sana.

"Di mancanegara, transportasi umum sudah bagus, baru kebijakan mobil listrik dibenahi dan bukan target motor listrik. Tidak ada kebijakan sepeda motor seperti di Indonesia, karena mereka paham sekali risiko memakai sepeda motor lebih tinggi ketimbang mobil," tuturnya.

Baca Juga:

Gibran Anggarkan Rp 1,9 Miliar untuk Pengadaan Sepeda Motor Listrik Lurah

Pemerintah membuat program bantuan insentif untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai pada Maret 2023.

Program tersebut bertujuan untuk mendorong percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dan menarik investor kendaraan listrik masuk ke Indonesia.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), disebutkan percepatan program KBLBB didorong dalam rangka peningkatan efisiensi energi, ketahanan energi, konservasi energi sektor transportasi, serta terwujudnya energi bersih, kualitas udara bersih, dan ramah lingkungan, juga yang terpenting adalah mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM). (Asp)

Baca Juga:

Yuk Pilih Logo IKN Nusantara, Hadiahnya Motor Listrik Dari Jokowi

#Insentif Nakes #Motor Listrik #Mobil
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Honda Odyssey Terbaru Meluncur, Varian Termurah Kini Dapat Layar 12,3 Inci
Honda memperbarui Odyssey dengan sejumlah penyegaran, terutama pada sektor kenyamanan dan fitur hiburan di dalam kabin.
Yusuf Abdillah - Kamis, 01 Oktober 2026
Honda Odyssey Terbaru Meluncur, Varian Termurah Kini Dapat Layar 12,3 Inci
Indonesia
Pemerintah Tetap Ingin Berikan Insentif Pembelian Motor Listrik
Pemerintah berencana menerapkan skema insentif pembelian motor listrik sebesar Rp 3 juta per unit dengan anggaran sekitar Rp 3 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Pemerintah Tetap Ingin Berikan Insentif Pembelian Motor Listrik
Fun
Gara-gara Ban Serep, BYD Tarik 32 Ribu Shark 6 di Australia
BYD menarik kembali lebih dari 32 ribu unit Shark 6 di Australia.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Gara-gara Ban Serep, BYD Tarik 32 Ribu Shark 6 di Australia
Fun
Pedal Rem Bermasalah, BYD Recall Lebih dari 180 Ribu Mobil di China
BYD melakukan penarikan kembali atau recall terhadap 183.211 unit mobil di China.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Pedal Rem Bermasalah, BYD Recall Lebih dari 180 Ribu Mobil di China
Fun
Toyota Glanza Terbaru Siap Meluncur, Usung Mesin Irit BBM, Harga Rp120 Jutaan
Toyota Glanza terbaru juga digadang-gadang menawarkan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Toyota Glanza Terbaru Siap Meluncur, Usung Mesin Irit BBM, Harga Rp120 Jutaan
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Susun Peta Jalan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Pembangunan industri kendaraan listrik tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan penjualan kendaraan.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
DPR Minta Pemerintah Susun Peta Jalan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Fun
Mobil Listrik Dominasi Pasar China, Geely EX2 Paling Laris
Sembilan dari 10 mobil penumpang terlaris di China merupakan kendaraan listrik berbasis baterai
Yusuf Abdillah - Rabu, 09 September 2026
Mobil Listrik Dominasi Pasar China, Geely EX2 Paling Laris
Indonesia
Sudah September 2026, Insentif Motor Listrik Masih Belum Punya Payung Hukum
Rencana pemerintah memberikan insentif pembelian motor listrik hingga kini belum memiliki kepastian.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
Sudah September 2026, Insentif Motor Listrik Masih Belum Punya Payung Hukum
Tekno
Mengaspal 2028, Logo Toyota di Mobil Sport Legendaris MR2 Versi Modern Hilang
Toyota MR2 generasi baru siap meluncur pada 2028 dengan mesin turbo 2.0 liter mid-engine, dengan menghilangkan identitas logo Toyota.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
Mengaspal 2028, Logo Toyota di Mobil Sport Legendaris MR2 Versi Modern Hilang
Fun
Dibandrol Rp 139,7 Juta, Beda Spek Motor Listrik Kawasaki Ninja E-1 Sama Saudaranya Versi Bensin
Kawasaki Ninja E-1 resmi dijual di AS dengan harga Rp 139,7 juta. Motor listrik ini hanya bertenaga 12 hp dengan jarak tempuh 66 km, jauh berbeda dari Ninja bensin yang lebih bertenaga dan murah.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Dibandrol Rp 139,7 Juta, Beda Spek Motor Listrik Kawasaki Ninja E-1 Sama Saudaranya Versi Bensin
Bagikan