MerahPutih.com – Ancaman cuaca esktrem berpotensi menggangu perjalanan masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru 2025. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan penyebabnya.
Dia menyebut bahwa ada fenomena dinamika atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang udara dingin yang bergerak dari daratan Asia menuju wilayah barat Indonesia. Keduanya akan aktif selama periode Natal dan Tahun Baru.
Madden-Julian Oscillation dan potensi gelombang udara dingin diperkirakan akan mempengaruhi cuaca di Indonesia selama Nataru.
“Kedua fenomena ini dapat meningkatkan curah hujan, meskipun dampaknya masih perlu terus dipantau,” jelas Dwikorita di Jakarta dikutip Rabu (18/12).
Baca juga:
Prakiraan BMKG: Hujan Kembali Turun di Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada Rabu, 18 Desember
Cuaca ekstrem diperkirakan akan berlanjut hingga 9 Januari 2024, dengan peningkatan eskalasi cuaca, terutama di wilayah-wilayah yang dilalui jalur mudik.
BMKG bersama BNPB, TNI, dan POLRI akan melakukan modifikasi cuaca untuk mengantisipasi potensi bencana alam selama libur Natal dan Tahun Baru.
“Kami akan melakukan modifikasi cuaca di beberapa titik yang dikhawatirkan dapat berdampak pada potensi bencana, seperti banjir dan longsor,” ujar Dwikorita.
Dia menambahkan, BMKG akan menginformasikan masyarakat mengenai prediksi curah hujan serta potensi banjir dan longsor di jalur yang dilalui para pemudik.
“Informasi mengenai perkembangan cuaca akan rutin kami sampaikan di aplikasi BMKG,” jelas Dwikorita. (Knu)