Pilih Tenang Indonesia Diejek Negara Lain soal Karhutla, Prabowo: Kita Cool Saja

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 1 jam, 57 menit lalu
Pilih Tenang Indonesia Diejek Negara Lain soal Karhutla, Prabowo: Kita Cool Saja

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tetap fokus menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski Indonesia mendapat ejekan dari sejumlah negara akibat asap kebakaran yang menjalar hingga ke wilayah negara tetangga.

Prabowo mengatakan pemerintah akan tetap tenang dan bertanggung jawab dalam menangani persoalan tersebut. Namun, ia juga menyinggung dugaan keterlibatan perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia dalam kasus karhutla.

“Kita cool saja, kita tenang, kita bertanggung jawab,” kata Prabowo dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10).

Prabowo Singgung Negara yang Mengejek Indonesia

Prabowo menyindir negara-negara yang melontarkan ejekan dan hinaan kepada Indonesia terkait karhutla. Menurut dia, terdapat perusahaan dari negara-negara tersebut yang beroperasi di Indonesia dan diduga ikut bertanggung jawab atas kebakaran.

Jadi kita bertanggung jawab, tapi kita juga ada berapa negara yang mengolok-mengolok kita, menghina dan sebagainya, padahal banyak yang bertanggung jawab perusahaan mereka yang di sini. Nanti pada saatnya kita umumkanlah nama-nama itu,

Presiden RI, Prabowo Subianto.

Prabowo menyatakan nama-nama perusahaan yang dimaksud akan diumumkan pada waktunya. Meski demikian, dalam pernyataan tersebut ia belum menyebutkan identitas perusahaan yang diduga terlibat.

Baca juga:

Tanggapi Tawaran Bantuan Malaysia dan Singapura untuk Penanganan Karhutla, Pemerintah Klaim Masih Mampu

Pemerintah Kerahkan TNI, Polri, dan Pemda

Di tengah sorotan terhadap dampak asap karhutla hingga ke negara tetangga, Prabowo mengatakan pemerintah telah mengerahkan personel TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai instansi untuk menangani kebakaran.

Ia menyoroti upaya petugas di lapangan yang bekerja keras memadamkan api, sementara dampak kebakaran turut dirasakan masyarakat, terutama terhadap kesehatan.

“Kita sudah cukup besar pengerahan TNI, polisi, pemda bekerja setengah mati,” kata Prabowo.

Prabowo Soroti Perusahaan yang Berulang Kali Melanggar

Selain penanganan kebakaran, Prabowo menyoroti perusahaan pemegang konsesi yang disebut berulang kali melanggar ketentuan. Ia mengungkapkan adanya perusahaan yang diduga telah melakukan pelanggaran hingga 19 kali.

Menurut Prabowo, perusahaan yang terus mengulangi pelanggaran tidak seharusnya terus mendapat kesempatan untuk beroperasi. Ia pun meminta jajarannya memeriksa kembali catatan pelanggaran tersebut.

“Dikasih konsesi sudah belasan tahun, ada yang melanggar tiga kali-empat kali, ada yang belasan kali, ada yang 19 kali melanggar. Ini menurut saya kalau sudah dua kali melanggar cabut aja,” ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan ragu mencabut izin perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan. Ia secara khusus meminta agar informasi mengenai dugaan 19 kali pelanggaran tersebut diverifikasi kembali.

“Ini dicek lagi apa benar 19 kali, ini ndablek kali, saya nggak ragu-ragu siapa pun yang melanggar cabut aja,” katanya.

Baca juga:

Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelanggar Karhutla, Satu Korporasi Diduga Terlibat 19 Kali

Prabowo: Karhutla Berdampak pada Kesehatan Masyarakat

Prabowo menegaskan persoalan karhutla bukan hanya menyangkut citra Indonesia di mata negara tetangga. Dampak yang lebih mendasar adalah gangguan kesehatan yang dialami masyarakat akibat kebakaran dan asap.

Ia mengingatkan bahwa anak-anak dan masyarakat menjadi pihak yang turut menanggung dampak tersebut.

“Itu anak-anak kita, rakyat kita yang rusak kesehatannya,” ujar Prabowo. (Knu)

#Presiden Prabowo Subianto #Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Pemadaman Karhutla
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pilih Tenang Indonesia Diejek Negara Lain soal Karhutla, Prabowo: Kita Cool Saja
Prabowo menanggapi ejekan soal karhutla, menyinggung dugaan keterlibatan perusahaan asing, dan meminta catatan pelanggaran konsesi hingga 19 kali diperiksa.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 57 menit lalu
Pilih Tenang Indonesia Diejek Negara Lain soal Karhutla, Prabowo: Kita Cool Saja
Indonesia
Anggota Dewan Malaysia ‘Sentil’ Prabowo Pakai Bahasa Jawa, biar Ngerti Persoalan Karhutla Serius
Ia mengatakan karhutla di Indonesia telah menyebabkan Malaysia diselimuti asap dan kesehatan warga terganggu.
Dwi Astarini - 2 jam, 30 menit lalu
Anggota Dewan Malaysia ‘Sentil’ Prabowo Pakai Bahasa Jawa, biar Ngerti Persoalan Karhutla Serius
Indonesia
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelanggar Karhutla, Satu Korporasi Diduga Terlibat 19 Kali
Prabowo mengancam mencabut izin perusahaan yang melanggar aturan karhutla. Satu korporasi diduga terlibat dalam kasus serupa sebanyak 19 kali.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Oktober 2026
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelanggar Karhutla, Satu Korporasi Diduga Terlibat 19 Kali
Indonesia
Canda Prabowo Bikin Pecah JIExpo: Letkol Ngatur Presiden Ini Gimana, Gue Ini Presiden, Ted!
Presiden Prabowo berseloroh saat diberi isyarat mengakhiri pidato oleh Seskab Teddy Indra Wijaya pada Rakornas TPAKD 2026 di JIExpo Kemayoran, Kamis 22 Oktober 2026.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Oktober 2026
Canda Prabowo Bikin Pecah JIExpo: Letkol Ngatur Presiden Ini Gimana, Gue Ini Presiden, Ted!
Indonesia
Pemerintah Transfer Rp 1,2 Triliun ke 7 Provinsi Terdampak Karhutla
Provinsi yang menerima bantua, yakni Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Pemerintah Transfer Rp 1,2 Triliun ke 7 Provinsi Terdampak Karhutla
Indonesia
Prabowo Beri Arahan ke Bakom RI, Syahganda Ungkap Pentingnya Serap Aspirasi Daerah
Syahganda Nainggolan menyebut Prabowo meminta Bakom RI mendengarkan aspirasi masyarakat hingga daerah dan membuka komunikasi dengan media lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Oktober 2026
Prabowo Beri Arahan ke Bakom RI, Syahganda Ungkap Pentingnya Serap Aspirasi Daerah
Indonesia
Sugiono Tanggapi Kritik Malaysia soal Kabut Asap, Sebut Indonesia Terdampak Langsung
Sugiono merespons kekhawatiran Malaysia dan Singapura soal kabut asap karhutla. Pemerintah menyebut komunikasi diplomatik dan koordinasi teknis terus dilakukan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Oktober 2026
Sugiono Tanggapi Kritik Malaysia soal Kabut Asap, Sebut Indonesia Terdampak Langsung
Indonesia
Tanggapi Tawaran Bantuan Malaysia dan Singapura untuk Penanganan Karhutla, Pemerintah Klaim Masih Mampu
Pemerintah mengerahkan 71.000 personel darat dan sekitar 35 helikopter untuk menangani karhutla. Sugiono menyebut bantuan asing perlu disesuaikan dengan kebutuhan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Oktober 2026
Tanggapi Tawaran Bantuan Malaysia dan Singapura untuk Penanganan Karhutla, Pemerintah Klaim Masih Mampu
Indonesia
Jonan Minta Singapura dan Malaysia Kerja Sama Tangani Karhutla Sesuai Perjanjian 2002
Ia mengajak mereka untuk bekerja sama dengan Pemerintah Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berdasarkan rekam jejak kerja sama sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Jonan Minta Singapura dan Malaysia Kerja Sama Tangani Karhutla Sesuai Perjanjian 2002
Indonesia
Konten Karhutla Hilang di Medsos, Menkomdigi Meutya Hafid Minta Platform Buka Algoritma
Menkomdigi, Meutya Hafid, membantah konten karhutla dihapus di media sosial. Ia mempertanyakan transparansi algoritma.
Soffi Amira - Kamis, 22 Oktober 2026
Konten Karhutla Hilang di Medsos, Menkomdigi Meutya Hafid Minta Platform Buka Algoritma
Bagikan