Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Saatnya Indonesia Belajar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Thomas KukuhThomas Kukuh - Rabu, 03 Januari 2018
Saatnya Indonesia Belajar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

PSSI (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tahun 2018 baru berjalan beberapa hari. Tahun ini, Indonesia bakal menjadi pusat perhatian para pencinta olahraga di Asia dan khususnya pecinta sepak bola di ASEAN. Indonesia setidaknya menggelar sepuluh kegiatan olah raga. Selain Asian Games dan Asian Para Games, Indonesia menjadi tuan rumah tujuh turnamen Piala AFF: mulai dari Piala Futsal AFF, AFF Futsal Club Championship, Piala AFF U-15, Piala AFF-U-18, AFF Women Championship (U-15 dan senior), dan AFF Beach Soccer. Lalu Indonesia jadi tuan rumah Piala AFC U-19.

Pertama, Indonesia menggelar Piala AFF Futsal Klub pada 1-10 Mei. Kedua, Piala AFF U-16 Wanita pada bulan Juni. Ketiga, Piala AFF Wanita pada tanggal 21 Juni-4 Juli. Keempat, Piala AFF U-18 pada 2-14 Juli.

Kelima, Piala AFF U-15 pada 29 Juli-11 Agustus. Keenam, Piala AFF Futsal pada 6-15 September. Ketujuh, Piala AFC U-19 pada 18 Oktober-4November. Kedepelapan, ada Piala AFF Sepak Bola Pantai dengan waktu tentatif antara Oktober atau November 2018.

Belum lagi, ada Asian Games pada 18 Agustus-2 September. Di mana Indonesia, bakal diwakili Timnas U-23 pada ajang tersebut dalam cabang olah raga sepak bola. Lalu ada Asian Para Games pada 8-16 Oktober.

Tentu jadwal yang padat tersebut, tidak membuat Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) merasa kewalahan. Justru, PSSI sudah mempersiapkan segalanya, termasuk mengakomodir waktu penyelenggaraan.

"Ada tujuh event dari AFF yang dikonfirmasi dari komite kompetisi AFF dan akan berlangsung di Indonesia pada 2018. Kami sudah pertimbangkan itu dan sesuaikan jadwalnya," kata Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, beberapa waktu yang lalu.

Belajar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Timnas Indonesia saat ini. (PSSI)

Makna yang terpendam dalam penyelenggaraan pesta sepak bola tahun 2018 di Indonesia adalah sebuah pembelajaran. Belajar bagaimana Indonesia menjadi tuan rumah yang baik untuk gol menyelenggarakan Piala Dunia 2034.

Seperti diketahui, Indonesia sudah mendapatkan restu dari konfederasi sepak bola Asia Tenggara (AFF) buat maju sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034. Bidding Piala Dunia 2034 menjadikan Indonesia bersama Thailand maju untuk jadi tuan rumah. Proses formal bidding baru bisa diterima FIFA pada 2026.

Tentu saja penyelenggaraan event-event sepak bola di tahun 2018 harus dimanfaatkan betul dalam bidang football development, tidak hanya dari segi teknis melainkan hingga Sumber Daya Alam (SDA), dan tentu saja mendapat dukungan Pemerintah.

"Kami memaksimalkan seluruh pencinta sepak bola. Kami ingin momentum itu kami pergunakan dengan sebaik-baiknya. Kami ingin sepak bola di Indonesia juga bisa menjadi event memajukan industri dan ini menjadi tantangan bagi PSSI," kata Joko Driyono.

Kata dia, penyelenggaraan Piala Dunia bukan hanya pekerjaan federasi, tapi juga pekerjaan negara. Oleh karenanya, penting untuk mendapatkan endorsement dari negara. "Dalam hal ini Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara). Ini starting point untuk jalan panjang," imbuhnya

Sepak bola, khususnya Piala Dunia tidak hanya sekadar pertandingan. Itu merupakan masalah infrastruktur, sumber daya manusia, daya dukung kota. Selain itu, handling media, performance tim, semua hal yang mengenai perpajakan imigrasi dan lain-lainnya juga sangat berperan. Ini karena menyangkut ribuan orang yang datang dari seluruh penjuru dunia.

Manfaat yang Didapat dari Bidang Ekonomi

Afrika Selatan saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010. (BBC)

Penyelenggaran sebuah event olah raga, termasuk turnamen sepak bola mendapat manfaat yang banyak, mulai dari peningkatan ekonomi rakyat hingga devisa negara dari kedatangan dan kunjungan Warga Negara Asing (WNA).

Dalam bidang ekonomi, contoh bisa dilihat dari negera Afrika Selatan yang menyelenggarakan Piala Dunia 2010. Data dari African-union.org, GDP (Gross Domestic Product) Afrika Selatan meningkat menjadi USD 354 miliar dari angka USD 289 miliar di tahun 2009.

GDP adalah total nilai produksi barang dan jasa di dalam suatu negara selama satu tahun. Artinya, pergerakan barang dan jasa yang dibeli masyarakat dalam waktu setahun. Meingkatnya GDP tentu lahir dari penjualan tiket pertandingan dan transportasi, jasa transportasi, makanan serta minuman, dan masih banyak lagi.

Kemudian dalam bidang devisa negara, kedatangan wisatawan untuk menyaksikan negaranya bertanding atau sekedar berkunjung di event olah raga membuat devisa negara meningkat, yang lahir dari pajak hingga visa.

Dengan begitu, event-event olah raga yang digelar di Indonesia tahun 2018 tentu diharapkan dapat menimbulkan manfaat yag signifikan, mulai dari GDP meningkat, devisa negara, hingga ekonomi kerakyatan. Ekonomi kerakyatan meliputi Usaha Kecil Menengah (UKM) percetakan spanduk, penjualan pernak-pernik berkaitan dengan event olah raga, serta tentu saja penjualan jersey Timnas Indonesia.

Pemerintah-PSSI Harus Bersinergi

Tinjauan renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dilakukan PSSI dan Pemerintah. (PSSI)

Dengan manfaat yang bisa dicapai, apalagi dalam sektor ekonomi. Pemerintah dengan PSSI harus bersinergi.

Pendapatan suatu negara dari seluruh event olah raga di tahun 2018, harus dijadikan modal awal pembangunan infrastruktur olah raga yang menunjang. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), Dewan Perwakilan Kerakyatan (DPR), dan tentu saja Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tidak boleh lagi berlama-lama menentukan pembangunan infrastruktur olah raga.

Di satu sisi, PSSI harus menyiapkan segala teknis dalam. Induk Sepak Bola Indonesia itu harus segera lebih gencar menerapkan Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) ke seluruh pelosok Tanah Air.

Tentu saja, di samping itu, kompetisi harus terus ditingkatkan lagi kualitasnya. Adakan kompetisi jenjang di bawah umur mulai dari U-12 hingga U-19. Karena, kompetisi adalah tempat para pemain untuk mengasah skill dan mental.

Asosiasi Provinsi (Asprov), Asosiasi Kota (Askot), dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI saling bersinergi membantu PSSI menerapkan kompetisi jenjang umur di wilayah masing-masing, dan menerapkan Filanesia.

Dengan gerak cepat dan teliti, tanpa campur tangan politik, mimpi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 menjadi kenyataan. Indonesia siap menggelar Piala Dunia 2034 dengan segala infrastruktur yang ada, dan di satu sisi Timnas Indonesia sudah memiliki kekuatan besar untuk tampil. (*/Tengku Sufiyanto/BolaSkor)

#PSSI #Piala Dunia 2034
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Ketum PSSI Erick Thohir Soroti Postur Tubuh Mitchell Baker Setelah Resmi Jadi WNI
Erick Thohir yakin Mitchell Baker akan menjadi tambahan berharga bagi lini depan Timnas Indonesia, termasuk karena insting mencetak golnya.
Frengky Aruan - Selasa, 14 Juli 2026
Ketum PSSI Erick Thohir Soroti Postur Tubuh Mitchell Baker Setelah Resmi Jadi WNI
Olahraga
Resmi WNI, Mitchell Baker Incar Debut bersama Timnas Indonesia
Mitchell Baker segera mengincar debut bersama Timnas Indonesia setelah resmi menjadi WNI.
Frengky Aruan - Selasa, 14 Juli 2026
Resmi WNI, Mitchell Baker Incar Debut bersama Timnas Indonesia
Olahraga
Diaspora Diajak Ramaikan Liga Putri, PSSI Juga Persilakan Klub Rekrut 2 Pemain Asing
Liga Putri akan menampilkan enam tim yaitu Persita, Persija, Bekasi FC, Persikad, Garudayaksa, dan Dewa United, seperti yang disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Frengky Aruan - Jumat, 10 Juli 2026
Diaspora Diajak Ramaikan Liga Putri, PSSI Juga Persilakan Klub Rekrut 2 Pemain Asing
Indonesia
PSSI Senggol Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Usai Prabowo Resah Timnas Indonesia Gagal Main di Piala Dunia
Keresahan presiden berdasar atas prinsip kehormatan bangsa melalui prestasi olahraga internasional
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 Juli 2026
PSSI Senggol Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Usai Prabowo Resah Timnas Indonesia Gagal Main di Piala Dunia
Olahraga
Akan Diikuti Persita, Persija, hingga Dewa United, Liga Putri Diharapkan Jadi Fondasi Kebangkitan Sepak Bola Putri
Erick Thohir bertemu dengan klub, yang akan mengikutsertakan tim putrinya ke Liga Putri, yakni Persita, Persija, Bekasi FC, Persikad, Garudayaksa, dan Dewa United.
Frengky Aruan - Selasa, 07 Juli 2026
Akan Diikuti Persita, Persija, hingga Dewa United, Liga Putri Diharapkan Jadi Fondasi Kebangkitan Sepak Bola Putri
Olahraga
Larangan Suporter Away Berpeluang Dihapus, I.League dan Klub Super League Dibebani Tanggung Jawab
Potensi ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Frengky Aruan - Senin, 06 Juli 2026
Larangan Suporter Away Berpeluang Dihapus, I.League dan Klub Super League Dibebani Tanggung Jawab
Olahraga
Timnas Indonesia dalam Momentum Tepat Menjadi Juara Piala AFF 2026, Menurut Ketua BTN Sumardji
Sepanjang keikutsertaan, Timnas Indonesia belum pernah menjadi juara di ASEAN Championship atau dikenal Piala AFF.
Frengky Aruan - Jumat, 03 Juli 2026
Timnas Indonesia dalam Momentum Tepat Menjadi Juara Piala AFF 2026, Menurut Ketua BTN Sumardji
Olahraga
Beberapa Negara ‘Saling Sikut’ Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Tunggu Keputusan Resmi FIFA
Padahal, jauh sebelumnya, Indonesia santer disebut akan menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 1, yang diikuti delapan tim nasional.
Frengky Aruan - Kamis, 02 Juli 2026
Beberapa Negara ‘Saling Sikut’ Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Tunggu Keputusan Resmi FIFA
Olahraga
Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Bagian Upaya PSSI Capai Target 50 Besar Ranking FIFA
Terdekat Luke Vickery dan Mitchell Baker diproyeksikan membantu Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026.
Frengky Aruan - Rabu, 17 Juni 2026
Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Bagian Upaya PSSI Capai Target 50 Besar Ranking FIFA
Olahraga
Komisi X DPR Setujui Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk Timnas Indonesia
Komisi X DPR RI mendorong pemerintah dan PSSI agar penetapan kewarganegaraan Republik Indonesia ditetapkan oleh instansi yang berwenang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Frengky Aruan - Senin, 15 Juni 2026
Komisi X DPR Setujui Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk Timnas Indonesia
Bagikan