Headline

Ilmuwan LIPI Ungkap Pentingnya Mangrove untuk Hadang Tsunami

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 03 Oktober 2018
Ilmuwan LIPI Ungkap Pentingnya Mangrove untuk Hadang Tsunami

Hutan Mangrove Bedul (Instagram/wisatabedul)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Tumbuhan Mangrove yang biasanya tersebar di tepi pantai memiliki peran penting ketika gelombang tsunami menerjang.

Ilmuwan LIPI yang juga peneliti Geofisika Kelautan Nugroho Dwi Hananto mengungkapkan bentuk mangrove dengan akar tunjangnya yang tumbuh rapat dan melebar akan bekerja seperti jaring untuk menghadang gelombang laut termasuk tsunami.

"Seperti baskom berisi air lalu dimasuki spon, maka akan ada bagian air yang bergolak namun ada pula yang tenang karena terhalang oleh spon tadi," kata Nugroho Dwi Hananto di Jakarta, Rabu (3/10).

Ia mengatakan sama halnya ketika ada pesisir yang rapat ditumbuhi mangrove maka akan ada reaksi di mana air yang ada di sisi daratan akan lebih tenang.

"Sekarang kita perlu lihat apakah pantai-pantai kita masih ada mangrovenya atau tidak. Kalau ada kita perlu pelihara, kalau tidak ada tapi (daerahnya) potensial ditanami mangrove maka tanami lah," ujar dia.

Hutan Mangrove di Jakarta
Hutan Mangrove. Foto: Jakarta Tourism

Karena selain bisa meredam tsunami, Nugroho mengatakan mangrove juga bisa memberikan jasa lingkungan seperti penyerapan karbon dan menjadi tempat memelihara ikan-ikan dan satwa laut lainnya.

Mangrove, lanjutnya, juga memiliki karekter tumbuh di pantai yang tidak curam. Karena di sana tumbuhan ini tidak terhantam ombak.

"Bisa saja kita tegakkan dengan bambu, tapi memang tidak semua pantai bisa kita kasih mangrove. Jadi perlu dilihat cocok atau tidak," kata Nugroho sebagaimana dilansir Antara.

Jika tidak cocok maka untuk keperluan mitigasi di daerah pesisir bisa dibangun tembok penahan tsunami, seperti yang dilakukan di Jepang. Atau cara lain dengan membuat jalur evakuasi, lanjutnya.

Untuk pantai-pantai di Teluk Palu, menurut Nugroho, memang akan jarang ditumbuhi mangrove mengingat daerah itu merupakan perairan dalam. Kecenderungannya jika teluk dalam dan menyisakan sedikit pantai maka gelombangnya akan besar, sehingga tumbuhan seperti mangrove akan sulit berkembang.

"Jaman dulu orang memang suka membuat kota di teluk karena biasanya ombaknya tenang. Tapi kita juga belajar, seharusnya kota tidak dibangun di atas sesar aktif," kata Nugroho.

Menurut Nugroho Dwi Hananto, memang perlu dipetakan lagi lokasi-lokasi rawan gempa dan tsunami di Indonesia. Agar mitigasi bencana yang diupayakan menjadi efektif.

Jadi, jika ingin selamat dari tsunami bagi warga pesisir hendaknya tanam mangrove sepanjang garis pantai. Selain demi keselamatan, hutan mangrove juga berpotensi menjadi kawasan wisata seperti yang sudah dilakukan sejumlah wilayah di Tanah Air.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Ratna Sarumpaet dan Prabowo-Sandi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

#Hutan Mangrove #Tsunami #LIPI
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Dunia
Gempa Jepang, Otoritas Turunkan Status Peringatan Tsunami di Wilayah Pesisir Timur Laut, Peringatkan Guncangan Besar dalam Sepekan Mendatang
Japan Meteorological Agency memperingatkan gempa dengan skala serupa dapat terjadi dalam sepekan mendatang.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
 Gempa Jepang, Otoritas Turunkan Status Peringatan Tsunami di Wilayah Pesisir Timur Laut, Peringatkan Guncangan Besar dalam Sepekan Mendatang
Dunia
Gempa Jepang M 7,4, Gelombang Tsunami Pertama Hantam Pelabuhan Miyako
Gempa terjadi pukul 16.53 dengan kedalaman sekitar 10 kilometer, berpusat di perairan dekat Prefektur Iwate.
Wisnu Cipto - Senin, 20 April 2026
Gempa Jepang M 7,4, Gelombang Tsunami Pertama Hantam Pelabuhan Miyako
Dunia
Gempa M7,5 Guncang Jepang, JMA Keluarkan Peringatan Tsunami Setinggi 3 Meter
Gempa bermagnitudo 7,5 mengguncang Jepang utara, Senin (20/4). JMA keluarkan peringatan tsunami hingga 3 meter di Iwate, Aomori, dan Hokkaido.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Gempa M7,5 Guncang Jepang, JMA Keluarkan Peringatan Tsunami Setinggi 3 Meter
Indonesia
BMKG: Potensi Tsunami Akibat Gempa Magnitudo 7,6 Berakhir
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
BMKG: Potensi Tsunami Akibat Gempa Magnitudo 7,6 Berakhir
Indonesia
Gempa M 7,6 Guncang Sulut–Malut, BMKG Ungkap Penyebab dan Potensi Tsunami
Gempa M 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. BMKG ungkap penyebab, dampak kerusakan, dan potensi tsunami hingga 3 meter.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 April 2026
Gempa M 7,6 Guncang Sulut–Malut, BMKG Ungkap Penyebab dan Potensi Tsunami
Indonesia
Setelah Gempa Magnitude 7,6, Malut Diguncang 29 Gempa Susulan
Besaran magnitudo gempa susulan tersebut berada pada 3,1 dan terbesar 5,5. Gempa susulan, adalah lazim terjadi setelah terjadi gempa utama.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
Setelah Gempa Magnitude 7,6, Malut Diguncang 29 Gempa Susulan
Indonesia
BMKG Peringatkan Warga Malut Tidak Beraktivitas di Pinggir Pantai Sampai Dinyatakan Aman
Gempa ini berpotensi tsunami dengan ketinggian antara 0,3 hingga 5 meter berdasarkan hasil pemodelan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
BMKG Peringatkan Warga Malut Tidak Beraktivitas di Pinggir Pantai Sampai Dinyatakan Aman
Indonesia
7 Daerah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara Siaga Hadapi Tsunami
Masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
7 Daerah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara Siaga Hadapi Tsunami
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: BMKG Prediksi Potensi Tsunami dan Megathrust M 8,7 di Indonesia
BMKG memprediksi adanya tsunami dan megathrust M 8,7 di Indonesia. Lalu, apakah informasi tersebut bisa dibenarkan?
Soffi Amira - Jumat, 13 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: BMKG Prediksi Potensi Tsunami dan Megathrust M 8,7 di Indonesia
Indonesia
Bandara YIA DIY Rawan Tsunami, Cemara Udang dan Pandan Laut Jadi Benteng
Bandara Internasional Yogyakarta merupakan salah satu infrastruktur strategis yang berpotensi terdampak gelombang ekstrem maupun tsunami akibat aktivitas tektonik
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
Bandara YIA DIY Rawan Tsunami, Cemara Udang dan Pandan Laut Jadi Benteng
Bagikan