Ijtima Ulama Diklaim Sarana agar Umat Tak Chaos

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 02 Mei 2019
Ijtima Ulama Diklaim Sarana agar Umat Tak Chaos

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Penggagas Ijtima Ulama Jilid III, Uztaz Bachtiar Nasir berjanji tak akan ada kejadian chaos pasca Pemilu. Bachtiar menyebut, hal ini terbukti dari Ijtima Jilid I hingga kedua.

"Saya kira itu keliru. Hasil ijtima 1 alhamdulillah Indonesia damai gak ada chaos, ijtima dua umat diarahkan pilihannya sehingga tak chaos," ujar Bachtiar dalam keterangan persnya, Rabu (1/5).

Ustaz Bachtiar Nasir eks HTI
Pimpinan AQL Islamic Center Bachtiar Nasir. (ANTARA/Puspa Perwitasari)

Bachtiar melanjutkan, pihaknya meminta umat melakukan aksi konstitusional kemudian damai. "Bahwa nanti ada turun di jalan saya kira sudah ada kan kemarin kalau mau dijagain balihonya bisa roboh itu. Jadi jangan salahkan rakyat ummatnya kalau harus terpaksa turun ke jalan," terang Bachtiar.

Justru forum Ijtima Ulama ini, lanjut Bachtiar, yang mengatur supaya tidak merusak sarana publik,

"Supaya tetap jaga persatuan supaya tidak ada sampah-sampah di jalanan seperti yang kita lakukan secara baik-baik," imbuh Bachtiar. (Knu)

#Bachtiar Nasir #Ijtima Ulama II
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan