IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani (kedua kanan) menghadiri konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026). (ANTARA/Muhammad Heriyanto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (16/10) mengalami gejolak yang signifikan dan trading halt di sesi pembukaan perdagangan usai pengumunan MSCI.

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani menilai koreksi valuasi saham sejumlah emiten menjadi momentum tepat bagi Danantara untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Kita harus tetap melihat ini suatu opportunity, optimis, kami yakini, dan kami dari Danantara siap masuk. Karena melihat kembali lagi, ini adalah momen yang sangat baik untuk kita berinvestasi ke saham-saham yang ada di Indonesia,

kata Rosan dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (16/10).

Pada pembukaan perdagangan Jumat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92 sehingga BEI menghentikan sementara perdagangan saham selama 30 menit.

Baca juga:

IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI

Pelemahan tersebut terjadi setelah penyedia indeks global MSCI membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Koreksi harga saham membuat valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN), berada pada tingkat yang relatif rendah membuka peluang investasi.

Rosan mengatakan Danantara memandang kondisi tersebut sebagai peluang investasi jangka panjang karena menilai fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa masih kuat.

"Karena kita meyakini dan kita melihat dan kita menganalisis bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan kita ini sangat baik," ujarnya.

Ia mencontohkan, sektor perbankan yang menurut penilaiannya memiliki fundamental solid, tetapi valuasinya kemungkinan berada di bawah satu kali rasio harga terhadap nilai buku (price to book value/PBV).

valuasi tersebut juga berada di bawah median valuasi perusahaan sejenis di industri perbankan. Selain perbankan, ia melihat peluang investasi pada sektor infrastruktur dan telekomunikasi.

Danantara mengutamakan investasi jangka panjang, bukan strategi keluar-masuk pasar dalam waktu singkat mengikuti pergerakan harga saham.

"Kami sebagai Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long-term investment," ucap dia.

Rosan meyakini prospek perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI tetap positif dalam jangka panjang, meskipun pergerakan harga saham mengalami tekanan. Penilaiannya, koreksi pasar saat ini lebih dipengaruhi faktor teknikal, rumor pasar, dan faktor nonfundamental, bukan semata-mata mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.

"Yes, di bursa kita selalu pasti ada ups and downs, tapi kalau kami melihatnya ini bukan karena soal fundamental, tapi ini lebih soal teknikal, market rumors di market, dan juga lebih ke soal non-fundamental," tuturnya.

#Bursa Efek Indonesia (BEI) #Harga Saham #IHSG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Koreksi harga saham membuat valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN), berada pada tingkat yang relatif rendah membuka peluang investasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Sementara itu, bursa kawasan Asia bergerak menguat menyusul sesi positif di Wall Street, Amerika Serikat (AS)
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Indonesia
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Hasil peninjauan indeks MSCI semestinya diumumkan pada 12 November 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Indonesia
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Masukan dari lembaga penyedia indeks global harus menjadi perhatian otoritas bursa agar persoalan yang menjadi sorotan investor internasional dapat ditangani.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Indonesia
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
BEI akan segera berkomunikasi dengan MSCI guna memahami pertimbangan di balik usul tersebut sekaligus menjelaskan berbagai perbaikan yang telah dilakukan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
Indonesia
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Indonesia
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Keputusan final dari hasil tinjauan ini dijadwalkan akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Indonesia
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Geger wacana penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone oleh MSCI. Simak respons cepat BEI dan alasan di balik teguran ini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Usai Rilis MSCI, Cek Analisis Saham BBCA, BBRI dan Daftar Net Buy Asing
Penasaran dengan pergerakan IHSG hari ini 15 Oktober 2026? Cari tahu penyebab IHSG turun tajam dan cek analisis saham perbankan (BBCA, BBRI) yang jadi incaran asing!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Usai Rilis MSCI, Cek Analisis Saham BBCA, BBRI dan Daftar Net Buy Asing
Indonesia
Arti Standalone Market: Mengapa MSCI Menyoroti Indonesia dan Apa Dampaknya?
Penasaran dengan arti Standalone Market dan alasan mengejutkan mengapa MSCI menyoroti pasar modal Indonesia? Cek dampak turun kasta dari Emerging Market di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Arti Standalone Market: Mengapa MSCI Menyoroti Indonesia dan Apa Dampaknya?
Bagikan