Ih Jijik, Lima Tempat di Pesawat ini Dipenuhi Kuman
Ilustrasi. (Foto:pixabay)
SEPERTI halnya menumpang angkutan umum atau sarana transportasi umum lainnya, pesawat terbang juga merupakan tempat potensial bagi penyebaran penyakit.
Jika diperhatikan, seseorang lebih mudah sakit ketika bepergian dengan pesawat. Hal itu disebabkan faktor kelembapan udara dalam kabin pesawat. WHO menyebut tingkat kelembapan dalam kabin hanyalah 20%, sedangkan rata-rata kelembapan rumah mencapai di atas 30%.
Paparan udara yang kering itu memengaruhi lapisan lendir--benteng terdepan daya tahan tubuh--yang membuat seseorang lebih mudah sakit. Sebuah penelitian di 2004 yang diterbitkan di Journal of Environmental Health Research menemukan bahwa saat bepergian dengan pesawat, kemungkinan seseorang mengalami flu naik 113 kali ketimbang bepergian dengan moda transpotasi darat lainnya.
Namun, selain faktor kelembapan, faktor kebersihan juga andil dalam menyebabkan Anda terjangkit flu dalam sebuah penerbangan. Di dalam pesawat, lima tempat berikut amatlah kotor, sehingga Anda perlu waspada saat bersentuhan dengan itu.
Meja lipat
Tempat paling berkuman dalam kabin ada tempat di pangkuan Anda.
Sebuah studi oleh TravelMath pada 2015 mengetes sampel beberapa permukaan solid di dalam kabin pesawat. Hasilnya, permukaan meja lipat memiliki jumlah bakteri delapan kali lebih banyak ketimbang tombol penyiram toilet.
Dr Charles Gerba, mikrobiolog di Universitas Arizona, kepada Time mengatakan meja lipat mengadung virus flu, parainfluenza, norovirus (yang menyebabkan diare dan muntah), dan kuman super MRSA yang menyebabkan infeksi kulit.
Walll Street Journal melaporkan banyaknya jumlah bakteri di meja itu mungkin berkaitan dengan terbatasnya waktu bagi kru pesawat untuk membersihkan meja ipat secara seksama. Selain itu, alih-alih dibersihkan dengan disinfektan, meja lipat pesawat mungkin hanya dibersihkan dengan cairan pembersih biasa.
Agar terhindar dari kontaminasi bakteri dan virus dari meja lipat, Dr Michael Zimring, direktur obat perjalanan di Baltimore’s Mercy Medical Center menyarankan untuk mengelap meja lipat dengan sanitizing wipe. Selain itu, hindari menempatkan makanan langsung bersentuhan dengan permukaan meja.
"Selalu alasi makanan Anda dengan piring atau kertas pembungkus makanan," ujar Zimring.
Ventilasi udara dan sabuk pengaman
Dua hal dalam pesawat ini juga sering kali luput dari pembersihan seksama.
Ventilasi udara yang terdapat di atas setiap kursi pesawat memiliki lebih banyak kuman ketimbang tombol penyiram pada toilet pesawat. Tak kalah, sabuk pengaman juga banyak mengandung kuman, mengingat setiap penumpang minimal menyentuhnya dua kali dalam sebuah penerbangan.
Sebagai antisipasi infeksi kuman, Gerba menyarankan Anda untuk menggunakan cairan pembersih tangan secara teratur selama penerbangan.
Kamar kecil
Kamar kecil pesawat memang dibersihkan secara berkala. Maskpai penerbanga umumnya membersihkan kamar kecil dengan disinfektan di malam sebelum penerbangan.
Meskipun demikian, Gerba menekankan bahwa dengan adanya sekitar 50 orang menggunakan sebuah kamar kecil, penumpang lebih mudah terinfeks. Gerba menyebut ada bakteri E coli di tempat cuci tangan, tombol penyiram, dan dudukan toilet yang ia uji.
"Dalam hal kandungan kuman, kamar kecil pastilah juaranya. Dalam pesawat, air berhenti mnegalir bahkan saat seseorang belum selesai membasuh tangan," ujarnya.
Untuk itu, Zimring menyarankan untuk selalu menggunakan tisu untuk membuka pintu kamar kecil saat akan keluar dari kamar kecil.
Kantung belakang kursi
Penumpang sering kali menjadikan kantung belakang kursi sebagai keranjang sampah. Mereka kerap memasukkan sampah, tisu kotor, atau sisa makanan ke dalam kantung tersebut.
Untuk pesawat yang beroperasi dengan jeda yang amat singkat, kru pesawat bahkan tak punya kesempatan untuk mengosongkan kantung belakang kursi, apalagi untuk mensterilkannya.
Sebuah studi oleh Universitas Auburn di Alabama menemukan bakteri MRSA bertahan hingga tujuh hari dalam kantung belakang kursi. Oleh karena itu, Drexel University Medicine menyarankan satu-satunya cara untuk terhindar dari infeksi bakteri itu ialah tidak menggunakan kantung belakang kursi sama sekali.
Tempat duduk lorong
Memilih tempat duduk dekat lorong memang memberi Anda keleluasaan dalam bergerak. Namun, pilihan itu memberi risiko tambahan.
Zimring menyebut kursi dekat lorong mejadi tempat kuman dari tangan-tangan penumpang yang menyentuh kursi itu untuk pegangan. Oleh karena itu, duduk di kursi lorong seperti berada di garda terdepan paparan virus dan kuman.
Penelitian menemukan bahwa mereka yang duduk di kursi lorong lebih mungkin terinfeksi norovirus ketimbang saat menggunakan kamar kecil.
"Jika Anda duduk dekat jendela, kemungkinan Anda menjadi sakit amat kecil," ujar Gerba.(*)