Teknologi

Huawei Bisa Kuasai Pasar Ponsel Dunia Bila Tak 'Terjegal' AS

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 10 Juli 2022
Huawei Bisa Kuasai Pasar Ponsel Dunia Bila Tak 'Terjegal' AS

Huawei bisa rajai industri ponsel bila tidak dijegal onleh Amerika Serikat (Foto: pixabay/geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PRODUSEN ponsel asal Tiongkok Huawei sudah masuk dalam daftar hitam bisnis oleh pemerintah Amerika Serikat sejak 2019. Hal itu membuat bisnis ponsel huawei 'tertatih-tatih'. Sebelum dijatuhi sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat, Huawei sempat menjadi vendor ponsel terbesar kedua di dunia.

Tiga tahun setelah sanksi tersebut, seorang eksekutif Huawei menuturkan opininya tentang posisi Huawei saat ini apabila tidak 'dijegal' oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Baca Juga:

Cara Cepat Siasati Ponsel Lemot

"Apabila bukan karena intervensi dan penindas AS terhadap kami, produsen ponsel terbesar di dunia mungkin Apple dan Huawei," ucap CEO Consumer Business Group Huawei Richard Yu seperti yang dikutip dari laman Android Authority.

Selain Apple, Samsung merupakan saingan berat Huawei (Foto: instagram @huaweimobileksa)

Di sisi lain, ada Samsung yang terus bersaing ketat dengan Apple dan Huawei di posisi tiga besar. Menurut Richard Yu, Samsung merupakan perusahaan kecil dan tidak relevan, hanya Huawei dan Apple yang dominan.

"Yang lainnya adalah perusahaan kecil, termasuk perusahaan Korea (Samsung), yang mungkin sebagian besar produknya dijual di pasar AS dan Korea Selatan," jelas Richard.

Mengenai pendapat Richard Yu yang menyebut Samsung sebagai 'pemain' kecil tentunya kurang tepat. Hal itu lantaran Huawei membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk merebut posisi Samsung. Bahkan, pada kuartal pertama 2019, Samsung merupakan vendor ponsel terbesar di dunia, disusul oleh Huawei dan Apple.

Setelah satu tahun masuk daftar hitam, Huawei sempat mengambil alih posisi Samsung, dan menjadi vendor ponsel terbesar di dunia (Foto: instagram @perentiscom)

Namun, menariknya setelah satu tahun masuk daftar hitam, Huawei sempat mengambil alih posisi Samsung, dan menjadi vendor ponsel terbesar di dunia pada April 2020. Tapi, tak lama kemudian posisinya makin melorot, lantaran efek sanksi yang mulai terasa serta pandemi COVID-19.

Baca juga:

Kenali Beberapa Penyebab Baterai Ponsel Bocor


Semenjak dimasukkan pada Entity List pemerintah AS di 2019, Huawei dilarang berbisnis dengan seluruh perusahaan AS. Akibat larangan itu, Huawei tidak bisa atau dilarang menggunakan Google Play Services, yang membuat ponsel atau tablet Android kehilangan fungsi penting.

Entity List juga melarang Huawei untuk bekerjasama dengan perusahaan yang beroperasi di Amerika Serikat, termasuk dengan mengakses teknologi chip terbaru. Hal itu mengakibatkan Huawei mengembangkan sistem operasi mobile baru untuk perangkatnya, hingga mendirikan pabrik chip sendiri. (ryn)

Baca Juga:

Daya Beli Ponsel di Indonesia Melemah, Apa Penyebabnya?

#Teknologi #Ponsel #Ponsel Pintar
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Fun
OPPO Find N7 Masuk Tahap Pengembangan, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Bocor!
OPPO Find N7 kini sudah masuk tahap pengembangan. Kemudian, spesifikasi dan jadwal rilisnya sudah bocor.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
OPPO Find N7 Masuk Tahap Pengembangan, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Bocor!
Fun
OPPO Reno 15c Sudah Meluncur, Bawa Baterai Jumbo dan Tangguh 7.000mAh!
OPPO Reno 15c kini sudah meluncur. HP terjangkau ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera canggih.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
OPPO Reno 15c Sudah Meluncur, Bawa Baterai Jumbo dan Tangguh 7.000mAh!
Fun
OPPO Reno 15 Pro Mini Resmi Rilis, Hadir dengan Kamera 200MP dan Baterai 6.200mAh
OPPO Reno 15 Pro Mini resmi meluncur. HP ini hadir dengan kamera 200MP dan baterai 6.200mAh.
Soffi Amira - Jumat, 09 Januari 2026
OPPO Reno 15 Pro Mini Resmi Rilis, Hadir dengan Kamera 200MP dan Baterai 6.200mAh
Fun
Realme 16 Pro dan 16 Pro+ Resmi Mengaspal, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 7.000mAh
Realme 16 Pro dan 16 Pro+ resmi meluncur di India. Kedua HP ini membawa kamera 200MP dan baterai jumbo.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Realme 16 Pro dan 16 Pro+ Resmi Mengaspal, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 7.000mAh
Fun
OPPO Reno 15 Starry Pink Meluncur dengan Desain Unik, Dilengkapi 3 Kamera 50MP
OPPO Reno 15 Starry Pink meluncur dengan desain unik. HP ini hadir dengan tiga kamera 50MP.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
OPPO Reno 15 Starry Pink Meluncur dengan Desain Unik, Dilengkapi 3 Kamera 50MP
Fun
Siap Bikin Gebrakan Baru, Huawei Pura 90 Ultra Sedang Uji Lensa Telefoto 200MP
Huawei Pura 90 Ultra sedang menguji lensa telefoto 200MP. Kini, perusahaan sedang menguji flagship yang berfokus pada kamera telefoto.
Soffi Amira - Selasa, 06 Januari 2026
Siap Bikin Gebrakan Baru, Huawei Pura 90 Ultra Sedang Uji Lensa Telefoto 200MP
Fun
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra, Ada Perombakan Besar Kamera di 2027
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra kembali terungkap. HP ini akan mendapat perombakan besar di kameranya.
Soffi Amira - Selasa, 06 Januari 2026
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra, Ada Perombakan Besar Kamera di 2027
Fun
Bocoran Vivo X300 Ultra Kembali Mencuat, Bakal Adopsi Teknologi Zoom dari Xiaomi
Bocoran Vivo X300 Ultra kini kembali mencuat. HP tersebut kabarnya akan mengadposi teknologi zoom terbaru dari Xiaomi.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Bocoran Vivo X300 Ultra Kembali Mencuat, Bakal Adopsi Teknologi Zoom dari Xiaomi
Fun
Biaya Perbaikan Xiaomi 17 Ultra Terungkap, Layar dan Kamera Jadi Komponen Paling Mahal
Biaya perbaikan Xiaomi 17 Ultra kini terungkap. Layar hingga kamera menjadi komponen yang paling mahal. Berikut daftar harganya.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Biaya Perbaikan Xiaomi 17 Ultra Terungkap, Layar dan Kamera Jadi Komponen Paling Mahal
Fun
POCO X8 Pro Sudah Kantongi Sertifikasi SDPPI, Siap-siap Masuk Indonesia!
POCO X8 Pro sudah meraih sertifikasi SDPPI. Artinya, HP tersebut siap masuk Indonesia. Lalu, bagaimana dengan spesifikasinya?
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
POCO X8 Pro Sudah Kantongi Sertifikasi SDPPI, Siap-siap Masuk Indonesia!
Bagikan