Huawei Bisa Kuasai Pasar Ponsel Dunia Bila Tak 'Terjegal' AS
Huawei bisa rajai industri ponsel bila tidak dijegal onleh Amerika Serikat (Foto: pixabay/geralt)
PRODUSEN ponsel asal Tiongkok Huawei sudah masuk dalam daftar hitam bisnis oleh pemerintah Amerika Serikat sejak 2019. Hal itu membuat bisnis ponsel huawei 'tertatih-tatih'. Sebelum dijatuhi sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat, Huawei sempat menjadi vendor ponsel terbesar kedua di dunia.
Tiga tahun setelah sanksi tersebut, seorang eksekutif Huawei menuturkan opininya tentang posisi Huawei saat ini apabila tidak 'dijegal' oleh Pemerintah Amerika Serikat.
Baca Juga:
"Apabila bukan karena intervensi dan penindas AS terhadap kami, produsen ponsel terbesar di dunia mungkin Apple dan Huawei," ucap CEO Consumer Business Group Huawei Richard Yu seperti yang dikutip dari laman Android Authority.
Di sisi lain, ada Samsung yang terus bersaing ketat dengan Apple dan Huawei di posisi tiga besar. Menurut Richard Yu, Samsung merupakan perusahaan kecil dan tidak relevan, hanya Huawei dan Apple yang dominan.
"Yang lainnya adalah perusahaan kecil, termasuk perusahaan Korea (Samsung), yang mungkin sebagian besar produknya dijual di pasar AS dan Korea Selatan," jelas Richard.
Mengenai pendapat Richard Yu yang menyebut Samsung sebagai 'pemain' kecil tentunya kurang tepat. Hal itu lantaran Huawei membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk merebut posisi Samsung. Bahkan, pada kuartal pertama 2019, Samsung merupakan vendor ponsel terbesar di dunia, disusul oleh Huawei dan Apple.
Namun, menariknya setelah satu tahun masuk daftar hitam, Huawei sempat mengambil alih posisi Samsung, dan menjadi vendor ponsel terbesar di dunia pada April 2020. Tapi, tak lama kemudian posisinya makin melorot, lantaran efek sanksi yang mulai terasa serta pandemi COVID-19.
Baca juga:
Semenjak dimasukkan pada Entity List pemerintah AS di 2019, Huawei dilarang berbisnis dengan seluruh perusahaan AS. Akibat larangan itu, Huawei tidak bisa atau dilarang menggunakan Google Play Services, yang membuat ponsel atau tablet Android kehilangan fungsi penting.
Entity List juga melarang Huawei untuk bekerjasama dengan perusahaan yang beroperasi di Amerika Serikat, termasuk dengan mengakses teknologi chip terbaru. Hal itu mengakibatkan Huawei mengembangkan sistem operasi mobile baru untuk perangkatnya, hingga mendirikan pabrik chip sendiri. (ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
OPPO Find N7 Masuk Tahap Pengembangan, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Bocor!
OPPO Reno 15c Sudah Meluncur, Bawa Baterai Jumbo dan Tangguh 7.000mAh!
OPPO Reno 15 Pro Mini Resmi Rilis, Hadir dengan Kamera 200MP dan Baterai 6.200mAh
Realme 16 Pro dan 16 Pro+ Resmi Mengaspal, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 7.000mAh
OPPO Reno 15 Starry Pink Meluncur dengan Desain Unik, Dilengkapi 3 Kamera 50MP
Siap Bikin Gebrakan Baru, Huawei Pura 90 Ultra Sedang Uji Lensa Telefoto 200MP
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra, Ada Perombakan Besar Kamera di 2027
Bocoran Vivo X300 Ultra Kembali Mencuat, Bakal Adopsi Teknologi Zoom dari Xiaomi
Biaya Perbaikan Xiaomi 17 Ultra Terungkap, Layar dan Kamera Jadi Komponen Paling Mahal
POCO X8 Pro Sudah Kantongi Sertifikasi SDPPI, Siap-siap Masuk Indonesia!