MerahPutih.com - PSSI masih mencari lawan pengganti bagi Timnas Indonesia setelah laga FIFA Match Day melawan Yordania dipastikan batal akibat meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengungkapkan federasi kini membuka komunikasi intensif dengan timnas Hong Kong guna mengisi kekosongan agenda FIFA Match Day November 2026, yang sebelumnya telah dijadwalkan lawan Yordania di Amman.
Sampai dengan saat sekarang ini, semalam kami koordinasi kembali dengan Hong Kong, tetapi juga belum mendapatkan jawaban secara resmi,
Ketua BTN Sumardji
Baca juga:
Piala Asia 2027 Ditunda, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan! Simak Alasannya
Konflik Timur Tengah Ubah Rencana PSSI
Awalnya Timnas Indonesia dijadwalkan bertanding melawan Yordania pada FIFA Match Day November di Stadion Internasional Amman pada 13 November 2026.
Namun situasi keamanan yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah membuat PSSI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap risiko penyelenggaraan pertandingan tersebut.
Sumardji menegaskan keputusan pembatalan bukan semata-mata persoalan teknis pertandingan, melainkan bagian dari upaya federasi menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh anggota tim nasional selama menjalani agenda internasional.
Dengan berbagai pertimbangan, ya kami memutuskan untuk mengambil jalan yang terbaik, ya akhirnya kami putuskan untuk tidak, tidak melaksanakan pertandingan di Timur Tengah,
Ketua BTN Sumardji
Baca juga:
Permintaan PSSI, JFA Pastikan Uji Coba Yordania Vs Timnas Indonesia Batal
PSSI Masih Menunggu Kepastian Hong Kong
Hingga Jumat siang, PSSI masih menunggu jawaban resmi dari Federasi Sepak Bola Hong Kong terkait kemungkinan penyelenggaraan pertandingan pada FIFA Match Day November 2026.
Jika Hong Kong menyetujui proposal tersebut, Timnas Indonesia dipastikan tetap memiliki agenda internasional pada jendela FIFA bulan November sehingga program yang telah disusun oleh tim pelatih dapat berjalan sesuai rencana.
Namun apabila negosiasi tidak membuahkan hasil dalam waktu dekat, PSSI harus bergerak lebih cepat mencari alternatif lain karena waktu menuju FIFA Match Day sudah semakin sempit.
"Walaupun sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan Hong Kong, namun dikarenakan waktu mepet, sehingga sampai dengan siang ini, kami belum mendapatkan jawaban yang pasti," tandas Sumardji. (*)