Hindari Kecelakaan Fatal dengan Tetap Terhidrasi

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 05 November 2017
Hindari Kecelakaan Fatal dengan Tetap Terhidrasi

Pastikan Anda minum yang cukup sebelum berkendara. (foto: pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SARANNYA, minumlah delapan gelas air setiap hari. Faktanya, ornag kerap lalai minum air. Faktor kesibukan menjadi salah satu sebabnya.

Minum air putih yang cukup amat penting bagi kerja tubuh. Dua per tiga tubuh manusia merupakan cairan. Itu sebabnya tubuh Anda perlu masukan air yang cukup untuk dapat berfungsi secara optimal.

Ketidakseimbangan kadar cairan dapat membuat tubuh tidak dapat berfungsi seoptimal biasanya. Oleh karena itu, penting sekali untuk mencukupi asupan cairan, terutama air. Tak terkecuali saat berkendara.

Dehidrasi dapat menurunkan tingkat konsentrasi dan kewaspadaan seseorang terhadap kondisi sekitarnya, termasuk saat di jalanan padat super sibuk. Sebuah penelitian melibatkan 12 orang pria dewasa muda membuktikannya. Peserta dibagi dalam dua kondisi, yaitu menyetir mobil dalam hidrasi yang baik (artinya tubuh memiliki cukup cairan) dan saat sedang dehidrasi (kekurangan cairan).

Mereka kemudian menjalani tes simulasi berkendara. Simulasi yang dilakukan meliputi mengemudi lurus pada dua jalur, di tikungan, bahu jalan, dan diharuskan menyalip kendaraan lambat. Pada sesi simulasi kondisi pertama (hidrasi tubuh baik), partisipan diberikan minum 200 ml air putih setelah 1 jam mengemudi. Sementara itu, pada saat simulasi dalam keadaan dehidrasi, partisipan hanya diberikan minum sebanyak 25 ml air setelah 1 jam mengemudi.

Hasilnya, risiko kecelakaan lalu lintas meningkat hampir dua kali lipat saat berkendara dengan tubuh yang mengalami dehidrasi. Tingkat kesalahan mengemudi juga meningkat seiring berjalannya waktu dan memuncak pada 30 menit terakhir.

Peneliti menjlaskan bahwa ketika Anda dehidrasi, darah jadi mengental karena minimnya kadar garam dan gula dalam tubuh. Hal itu membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk menjaga oksigen dan nutrisi tetap bergerak ke seluruh sistem peredaran darah. Kurangnya darah beroksigen membuat Anda cepat mengantuk dan kelelahan.

Dehidrasi juga dapat membuat Anda sangat kebingungan dan membuat respons refleks melambat sehingga sulit untuk sigap mengambil keputusan darurat di jalanan. Misalnya saat tiba-tiba ada kendaraan yang memotong jalur, otak akan memproses perubahan itu lebih lambat sebelum memutuskan apa yang harus Anda lakukan: banting setir pindah jalur, klakson, atau mengerem. Tanpa disadari, hal itu akan membuat kaget pengendara sekitar dan sangat mungkin terjadi kecelakaan fatal.

Para peneliti juga menyimpulkan bahwa kecelakaan di jalanan sebagian besar disebabkan kesalahan pengemudi akibat kelelahan, mengantuk, kurang konsentrasi, dan kurang kewaspadaan. Hal-hal itu ternyata dapat dipicu dehidrasi. Peneliti juga mengingatkan bahwa menyetir mobil saat cuaca panas dapat menyebabkan tubuh kehilangan makin banyak cairan sehingga harus digantikan dengan lebih banyak minum air.

Oleh karena itu, pastikanlah Anda minum yang cukup sebelum berkendara. Selalu sediakan air minum dalam mobil dan ambillah jeda waktu untuk minum air jika Anda berkendara dalam waktu yang panjang.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan