Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Hindari Kantuk saat Menyetir, Coba Cara Ini

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 01 Maret 2018
Hindari Kantuk saat Menyetir, Coba Cara Ini

ilustrasi. (foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SORE hari, saat tingkat kewaspadaan mulai menurun dan badan mulai lelah, kantuk akan menyerang dengan mudah.

Anda yang harus menyetir sendiri untuk sampai ke rumah sepulang beraktivitas tentu pernah mengalami serangan kantuk yang tak tertahankan.

Mengantuk saat menyetir bisa amat berbahaya untuk keselamatan lo. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari menyetir saat Anda mulai menguap.

Jika terpaksa, coba tips yang dilansir Go Dok untuk mengatasi kantuk saat menyetir berikut.

1. Hentikan kendaraan Anda

Hentikan laju kenderaan Anda, lalu beristirahatlah di pinggir jalan ataupun SPBU terdekat. Jangan ngotot untuk tetap melanjutkan perjalanan, karena hal itu bisa membahayakan Anda maupun kendaraan lain di jalanan tersebut. Jika tetap ingin melanjutkan perjalanan, mintalah orang lain untuk menggantikan menyetir.

2. Minumlah kopi dalam jumlah wajar

Ya, meminum kopi merupakan cara paling tepat untuk mengatasi kantuk saat menyetir. Hal itu sering dilakukan para sopir truk maupun bus malam dalam perjalanan mereka. Memang kafein dapat membuka mata Anda, tapi tentu butuh waktu 10–15 menit agar efeknya bekerja. Selama menunggu efek kopi, Anda tetap harus menghentikan kendaraan dan beristirahat selama beberapa menit. Namun ingat, jangan terlalu banyak mengonsumsi kopi di perjalanan, ya!


3. Tidur sebentar

Terkadang, kantuk saat menyetir tak lagi tertahankan. Jika memang demikian, itu artinya Anda harus memulihkan diri dengan tidur sebentar. Anda bisa langsung tidur selama 15–20 menit, atau bisa pula meminum kopi terlebih dahulu sebelumnya. Dengan cara itu, saat Anda bangun, efek kopi akan mulai bekerja sehingga Anda bisa terjaga lebih lama.


4. Jalan-jalan atau bergerak

Setelah menghentikan kendaraan, ada baiknya Anda berjalan-jalan dan menggerakkan tubuh. Anda bisa mengitari area di sekitar mobil ataupun melakukan gerakan pemanasan tubuh. Berjalan-jalan sebentar dapat meningkatkan energi Anda selama 1–2 jam mendatang. Pasalnya, mengantuk juga bisa disebabkan kurangnya kadar oksigen yang mengalir di tubuh Anda. Berjalan kaki bisa memompa oksigen yang dibutuhkan ke pembuluh-pembuluh darah, otak, serta otot-otot tubuh, sehingga rasa kantuk pun cepat pergi.


5. Mengobrol

Jika Anda bepergian bersama seorang rekan, usahakan untuk tetap mengobrol dan berbicara satu sama lain. Berbicaralah mengenai berbagai hal, baik hal-hal lucu, masalah politik, maupun perdebatan agama yang sedang marak. Hal itu akan membantu pikiran Anda untuk berjalan kembali dan menstimulasi otak agar tetap bekerja dan tidak mengantuk.


6. Minum air putih dan nikmati camilan sehat

Menjaga kadar cairan di dalam tubuh tetap normal bisa menjadi salah satu cara mengatasi kantuk saat menyetir. Air putih memompa oksigen yang dibutuhkan tubuh dan camilan bisa memompa energi tubuh Anda dan memasok kadar gula yang dibutuhkan tubuh. Hal itu bisa memuat Anda tetap terjaga selama perjalanan. Namun ingat, jangan terlalu banyak mengonsumsi camilan manis, karena kadar gula berlebih dalam tubuh justru dapat membuat Anda cepat mengantuk kembali.


7. Ambil napas dalam-dalam

Tips terakhir untuk mengatasi kantuk saat menyetir ialah menghentikan kendaraan dan beristirahat sembari mengambil napas dalam-dalam. Hal itu dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah Anda, menurunkan tekanan darah, serta memperlancar sirkulasi darah. Hasilnya, otak Anda akan bekerja kembali dan begitu pula energi tubuh Anda.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan