SEBUAH rekaman video yang menampilkan Hillary Clinton menjadi pangkal kekesalan keluarga Donald Trump. Clinton memang muncul dalam sebuah video lucu gaya James Corden. Di video itu, Clinton membacakan penggalan buku kontroversial Michael Wolf, Fire and Fury.
Dalam kutipan yang ia baca, Clinton yang kalah dari Trump pada Pilpres AS 2016 menyinggung kebiasaan makan Presiden Trump.
Tak pelak, reaksi pun bermunculan. Putra sang presiden, Donald Trump Jr langsung mencicit, "Membacakan kutipan buku #fakenews pada Grammy terlihat seperti hadiah untuk menghibur diri setelah kalah dalam pilpres."
Getting to read a #fakenews book excerpt at the Grammys seems like a great consolation prize for losing the presidency. #GrammyAwards
— Donald Trump Jr. (@DonaldJTrumpJr) January 29, 2018
Tak berhenti di sana, dalam cicitan lain, ia menyebut bahwa seringnya Clinton muncul di TV membuat warga AS makin sadar betapa beruntung mereka punya Presiden Trump di Gedung Putih.
Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB yang terkenal menyukai musik pop, mencuit bahwa kehadiran Clinton dalam acara itu telah menghancurkan Grammy dan merupakan hal yang memalukan sekali.
Seperti dikutip dari Reuters, buku Fire and Fury: Inside the Trump White House karangan Wolf menjadi best seller pada 5 Januari karena memicu gelombang politik, ancaman gugatan hukum dari pengacara Trump, dan usaha penggagalan penerbitannya.
Buku yang disebut Trump penuh kebohongan itu menggambarkan Gedung Putih yang rusuh, presiden yang tidak siap memerintah Gedung Putih, dan para pembantunya yang meragukan kemampuannya menjadi presiden.
Buku itu ditulis didasarkan hasil wawancara pengarang dengan mantan kepala strategis Trump, Steve Bannon, dan orang-orang dekat Trump lainnya.

