Hiasan Natal dan Cerita di Baliknya
(Foto: Unsplash/@sincerelymedia)
MESKI tidak merayakan, kamu pasti sering melihat hiasan natal. Mulai dari pohon natal, lampu-lampunya, hingga pernak-pernik berbentuk Malaikat dan Sinterklas.
Hampir semua pusat perbelanjaan memasang dekorasi dengan warna khas merah, hijau, dan putih menjelang Hari Natal. Namun, tahukah kamu asal-usul dekorasi Natal yang sebenarnya? Berikut sejarah dekorasi Natal yang biasa kamu liat.
Baca juga:
1. Pohon Natal
Sayangnya, tidak ada yang tahu persis kapan pohon ini digunakan sebagai pohon Natal. Namun ada pendapat yang mengatakan bahwa tradisi ini dimulai sekitar 1000 tahun lalu di Eropa Utara.
Dulunya, pohon ini digunakan oleh orang Pagan (penyembah berhala) dan umat Kristiani untuk menyambut dan merayakan musim dingin.
Bangsa Romawi juga memakainya untuk menghias kuil mereka. Kemudian, umat Kristiani mulai menggunakan pohon ini sebagai tanda kehidupan abadi.
2. Lampu Natal
Awalnya, pohon dihias dengan lilin untuk melambangkan bintang. Namun, perusahaan asuransi asal Amerika Serikat membuat penggunaan lilin ini dilarang pada pohon Natal karena menjadi penyebab kebakaran.
Akhirnya pada tahun 1895, Ralph Morris menemukan lampu listrik untuk Natal yang hingga kini banyak digunakan.
3. Hiasan Rumbai
Hiasan ini kerap kali menyelimuti pohon Natal di mana pun. Warnanya juga beragam sehingga kian menambah kecantikan pohon natal. Fakta uniknya, ternyata hiasan ini sudah dipakai sejak tahun 1600-an.
Saat itu, hiasan rumbai terbuat dari lempengan perak yang dibuat sangat tipis. Kemudian, sempat diganti dengan timah. Namun pergantian ini dinilai tidak efektif karena membuat pohon semakin berat.
Akhirnya, orang Inggris berhasil membuat hiasan rumbai yang kita gunakan hingga saat ini yang ringan dan terbuat dari plastik.
Baca juga:
4. Bola Natal
Salah satu elemen dekorasi Natal yang selalu ada di setiap pohon Natal adalah bola warna-warni. Benda ini pertama kali ditemukan di Lauscha, Jerman oleh Hans Greiner pada akhir tahun 1840-an.
Awalnya, hiasan ini terbuat dari kaca dan berbentuk buah atau kacang. Namun makin lama, bentuknya berubah menjadi semakin bulat.
Kemudian, Ratu Victoria Inggirs lah yang menyebarkan pernak-pernik ini dari kota kecil di Jerman ke tanah Eropa pada 1800-an. Akibatnya, pernak-pernik ini jadi populer hingga ke Amerika, lalu menjadi hiasan Natal favorit hingga sekarang.
5. Pernak-pernik Lainnya
Seiring berjalanannya waktu, pernak-pernik natal makin bervariasi. Mulai dari bintang, kupu-kupu, buah-buahan, dan lain sebagainya.
Harganya pun semakin murah karena perubahan bahan dasar yang awalnya menggunakan kaca, sekarang beralih ke plastik.
Ada pula tradisi yang berbeda. Beberapa orang menggunakan hiasan berbentuk malaikat atau pun bintang sebagai hiasan bagian atas pohon. Hiasan malaikat mulai digunakan sejak tahun 1970-an dan masih digunakan hingga kini. (Aru)
Baca juga:
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
Angkutan Kota di Bandung Tidak Beroperasi Saat Pergantian Tahun, Sopir Dapat Kompensasi
31 Rumah Sakit Umum Daerah Jakarta Diperintah Siaga Saat Pergantian Tahun
10.117.847 Orang Telah Bepergian Menggunakan Angkutan Umum Buat Liburan Nataru
Lirik Nama-Mu Kudus Tuhan, Sebuah Lagu Natal Menampilkan Perpaduan Kuat Dari Karakter Vokal Berbeda
Meriahkan Natal 2025 Ornamen Tematik Hiasi Trotoar Sudirman Jakarta
99,4 Persen Kapasitas Kereta Jarak Jauh Sudah Terbeli Penumpang Nataru
TMII Targetkan 430 Ribu Pengunjung, Beri Lapak Khusus Bagi UMKM
10 Kereta Jarak Jauh Paling Diminati Pemudik Nataru 2026
Lagu Legendaris Feliz Navidad Yang Dirilis 1970 Selalu Menemani Saat Perayaan Natal
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB