Heboh Sate Padang Pakai Daging Babi di Sumbar, Ini Nama Warungnya

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 04 Februari 2019
Heboh Sate Padang Pakai Daging Babi di Sumbar, Ini Nama Warungnya

Sate Padang. (pinterest)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) dihebohkan dengan kasus temuan sate Padang yang diduga dibuat dari daging babi. Sate berbahan baku babi itu diduga dijual pedagang sate Padang dengan merek usaha Sate KMSB atas nama Devi dan Bustami, serta pemasok daging atas nama Kusti Gani.

Kepolisian Resor Kota Padang, Sumbar, menjelaskan telah memintai keterangan dari belasan saksi, di antaranya dari Dinas Perdagangan mengingat kasus itu berawal dari temuan instansi tersebut. Begitu pula pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab juga sudah dimintai keterangan.

Penyidik saat ini tengah menunggu hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memastikan bahan baku benar-benar daging babi. "Prosesnya saat ini masih dalam penyelidikan dan kami menunggu hasil uji Labfor keluar," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Padang Kombes Pol Yulmar Tri Himawan, di Padang, Senin (4/2).

Razia daging babi
Ilustrasi razia temuan daging babi. Foto: Ant/Herman Dewantoro

Untuk diketahui, kasus itu berawal ketika petugas gabungan dari Dinas Perdagangan Padang dan instansi terkait mengungkap penjualan sate Padang diduga dari daging babi di kawasan Simpang Haru, dengan merek usaha Sate KMSB, sebagaimana dilansir dari Antara, Selasa (29/1).

Penindakan lapangan itu berbekal uji sampel yang sudah diambil instansi berdasarkan laporan masyarakat. Pedagang sate Devi sebelumnya mengklaim tidak tahu daging yang dibeli dari Kusti Gani adalah babi. Perempuan itu mengaku baru dua kali membeli daging itu dengan harga Rp95 ribu per kilogram. (*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me
Bagikan