Merahputih.com - Stadion Romeo Anconetani menjadi saksi bisu betapa magisnya kaki tua Luka Modric yang menolak tunduk pada usia. Layaknya konduktor orkestra yang tenang di tengah gemuruh badai, gelandang ek Real Madrid ini melepaskan sontekan maut di menit-menit akhir guna memastikan AC Milan membawa pulang tiga poin krusial dalam drama berdarah melawan tuan rumah, Pisa, Jumat (13/2) waktu setempat.
Kemenangan tipis 2-1 ini tidak hanya mengamankan posisi Rossoneri di papan atas, tetapi juga mengirim sinyal bahaya bagi Inter Milan di puncak klasemen.
Baca juga:
Lagu 'Gemilang' Perunggu Perkuat Emosi Film di 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
Drama Penalti Gagal dan Kebangkitan Tuan Rumah
AC Milan sebenarnya memulai laga dengan kepercayaan diri tinggi. Tekanan demi tekanan berbuah manis pada menit ke-39 saat Ruben Loftus-Cheek menyambut umpan lambung dengan sundulan tajam yang merobek jala gawang Pisa. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, meski aroma kemenangan sempat terganggu oleh dianulirnya gol Niclas Fullkrug akibat handball.

Petaka hampir menghampiri Milan di babak kedua. Niclas Fullkrug yang mendapat kesempatan emas melalui titik putih pada menit ke-54, justru melepaskan tendangan yang melenceng jauh dari sasaran.
Kegagalan ini memberi napas tambahan bagi Pisa. Benar saja, pada menit ke-71, Felipe Loyola menyambar bola liar di kotak penalti Milan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1, memicu sorak-sorai publik tuan rumah.
Baca juga:
AC Milan Incar Kiper Real Madrid, Luka Modric Siap Berperan sebagai 'Agen Rahasia'
Sihir Modric dan Kartu Merah di Ujung Laga
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Luka Modric muncul sebagai juru selamat. Melalui skema serangan cepat di menit ke-85, tembakan akurat Modric gagal dibendung kiper lawan.
Ketegangan mencapai puncak di masa injury time. Adrien Rabiot harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-91.
Bermain dengan 10 orang, pertahanan Milan dipaksa bekerja ekstra keras menahan gempuran frustrasi tim tuan rumah. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap terjaga, membuat Pisa semakin terbenam di posisi ke-19 klasemen sementara.