MerahPutih.com - Juventus secara menyakitkan gagal melakukan salah satu comeback terhebat di Liga Champions melawan Galatasaray di babak perpanjangan waktu, Kamis (26/2) dini hari WIB.
Namun, tiga gol tanpa balasan di waktu normal memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, meskipun Si Nyonya Tua harus bermain dengan 10 pemain setelah hanya 48 menit.
Suasana tampak siap untuk melihat sebuah kebangkitan bersejarah. Namun, Victor Osimhen seakan tak ingin memberi kesempatan itu kepada Juve. Ia berhasil membawa Galatasaray unggul secara agregat di babak perpanjangan waktu.
Baca juga:
Real Madrid Lolos ke 16 Besar Liga Champions, Kalahkan Benfica dengan Agregat 3-1
Kemudian, Baris Yilmaz menggandakan keunggulan satu menit sebelum pertandingan berakhir untuk membawa Galatasaray lolos dengan agregat 5-7.
Hasil tersebut mengantarkan mereka ke babak 16 besar Liga Champions. Mereka berpotensi bertemu dua tim Premier League, yakni Liverpool atau Tottenham Hotspur.
Juventus Sempat Unggul 3-0 atas Galatasaray
Raksasa Italia itu tampak terpuruk seminggu yang lalu, setelah dihancurkan 5-2 di kandang Galatasaray pada leg pertama.
Rintangan di depan tampak tak teratasi bagi anak asuh Luciano Spalletti, kemudian diperparah oleh skorsing bek Juan Cabal, yang diusir keluar lapangan pada leg pertama setelah menerima dua kartu kuning.
Namun, mereka bertekad untuk membalikkan keadaan di kandang sendiri demi menjaga mimpi meraih trofi Liga Champions musim ini.
Juve sempat memberikan tekanan di awal pertandingan, yang membuahkan hasil ketika mantan pemain Arsenal, Lucas Torreira, menjatuhkan Khephren Thuram di kotak penalti. Lalu, Juve mendapatkan penalti di akhir babak pertama.
Manuel Locatelli tidak melakukan kesalahan dari titik penalti, yang akhirnya memicu kebangkitan Juve. Hingga tiga menit memasuki babak kedua, bek Lloyd Kelly diusir keluar lapangan setelah mendarat di tumit Yilmaz.
Baca juga:
Zeki Celik Menuju Juventus? Negosiasi Kontrak dengan AS Roma Tiba-tiba Mandek
Awalnya, ia mendapat kartu kuning kedua, tetapi akhirnya berubah menjadi kartu merah setelah wasit Joao Pinheiro diminta melihat monitor oleh VAR.
Namun, Juve tidak menyerah begitu saja. 20 menit kemudian, serangan balik cepat di sisi kanan memberi Bianconeri kesempatan lain untuk mencetak gol.
Bek Pierre Kalulu mendapat umpan terobosan, sebelum mengumpan balik ke gawang untuk Federico Gatti yang menceploskan bola ke gawang. Aksi itu membuat penonton di Allianz Stadium bersorak gembira dan menciptakan akhir pertandingan yang menegangkan.
Juve bisa merasakan kejayaan pertandingan klasik Liga Champions yang mendebarkan, ketika melaju dengan energi baru.
Tim tamu berada dalam posisi tertekan, yang berusaha mati-matian mempertahankan keunggulan di leg pertama.
Kemudian, Weston McKennie, menjadi yang pertama meraih bola lepas tersebut dan menyundulnya dari jarak dekat untuk menyamakan kedudukan menjadi 5-5 secara agregat, yang tampaknya menghancurkan harapan Galatasaray.
Juventus Harus Kalah Menyakitkan di Babak Perpanjangan Waktu
Juventus tampak lebih berpeluang mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir, meskipun Galatasaray menyia-nyiakan peluang emas melalui serangan balik.
Namun, keduanya gagal mencetak gol kemenangan, sehingga pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu yang menegangkan.
Momen itu tampaknya datang dengan mudah bagi tim Spalletti ketika umpan balik dari Jeremie Boga, jatuh tepat ke kaki McKennie di dalam kotak penalti.
Namun, alih-alih menembak ke gawang yang terbuka lebar, pemain AS itu mencoba mengoper bola kepada pemain sayap Edon Zhegrova, yang tendangannya melambung melewati tiang jauh dan keluar lapangan.
Mantan bintang Manchester City, Leroy Sane, menunjukkan performa gemilang untuk Galatasaray. Ia mengirimkan umpan silang berbahaya ke tiang belakang, tetapi tidak ada yang bisa menyentuh bola saat melayang melewati gawang.
Baca juga:
Inter Milan Tersingkir dari Liga Champions, Nicolo Barella: Kami Banyak Bikin Kesalahan
Namun, Osimhen mampu memberikan ketajaman yang sangat dibutuhkan timnya. Pemain Nigeria itu menerima umpan terobosan di belakang lini pertahanan Juve, setelah Gatti terpeleset.
Pemain 27 tahun itu menenangkan diri sebelum melepaskan tembakan rendah melewati sela-sela kaki kiper untuk mengembalikan keunggulan timnya.
Harapan Juve makin sirna ketika Yilmaz menyelinap di belakang kaki-kaki lelah lini pertahanan Juve, sebelum melepaskan tembakan melewati kiper Mattia Perin.
Tepuk tangan meriah kembali terdengar setelah peluit akhir pertandingan berbunyi, meskipun tepuk tangan itu tidak terdengar oleh telinga para pemain yang kelelahan. (sof)