MerahPutih.com - Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo menyatakan elektabilitas pasangan calon nomor urut 02 berdasarkan survei internal sudah melampaui pasangan Jokowi-Ma'ruf.
"Ada beberapa survei kita. (Elektabilitas) ada yang mendekati dengan 01. Ada justru yang melebihi, melampaui," kata Hashim di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (11/3).
Menurut Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini, BPN menggunakan sejumlah lembaga survei. Hasilnya, elektabilitas Prabowo-Sandi mendekati dan bahkan melampaui Jokowi-Ma'ruf.
"Saya kira menggembirakan. Ini kan kita pakai beberapa survei kan. Saya kira cukup bagus. Ya saya kira optimislah," ujar Hashim.
Di sisa waktu pencoblosan satu bulan lagi, adik kandung Prabowo itu mengungkapkan, pihaknya akan intensif turun ke akar rumput sebagai strategi untuk merebut hati rakyat.
"Saya kira strateginya biasa. Kita akan langsung ke rakyat. Kita akan intensif ke rakyat. Kita akan ke akar rumput. Tetap nanti kita juga lewat media massa," ungkapnya.
Pernyataan Hashim soal keunggulan Prabowo berbanding terbalik dengan hasil sejumlah lembaga survei. Salah satunya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Hasil survei terbaru SMRC menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin kembali unggul dari pasangan Prabowo-Sandiaga.
"Ini temuan yang signifikan, nyata dan jelas meyakinkan bahwa calon yang satu lebih unggul atas calon lain," kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam jumpa pers di Kantor SMRC, Jakarta Pusat, Minggu (10/3).
Dalam survei bertajuk Dukungan Calon Presiden dan Integritas Penyelenggara Pemilu" ini, peneliti menanyakan, seandainya pemilu dilakukan sekarang, siapa pasangan capres dan cawapres yang akan dipilih.
Hasilnya, 54,9 persen memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf. Sementara, hanya 32,1 persen yang memilih pasangan Prabowo-Sandi. Kemudian, sebanyak 13,0 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
"Selisih keduanya sekitar 23 persen, bila pilpres dilakukan saat survei," imbuh Deni.
Menurut Deni, bila 13 persen undecided semuanya ke Prabowo-Sandi maka Jokowi-Maruf masih unggul sekitar 10 persen. Dia menyebut, angka ini lebih besar dari selisih Pilpres 2014 yang sekitar 6 persen. (Pon)